Kampusiana

Sosialisasi Beasiswa BI 2022, Warek III Himbau Mahasiswa Gunakan Cara Sportif

Asisten Direktur Divisi Kebijakan Implementasi Kebijakan Ekonomi & Keuangan Daerah BI Jawa Barat, Indri Mardiani memaparkan mekanisme Beasiswa Bank Indonesia pada acara Sosialisasi Beasiswa BI 2022, melalui Zoom Meeting, Rabu (16/3/2022).

SUAKAONLINE.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan UIN SGD Bandung mengadakan Sosialisasi Beasiswa Bank Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (16/3/2022). Mengingat antusiasme mahasiswa yang cukup tinggi untuk mendaftar beasiswa tersebut, acara ini digelar guna menginformasikan berbagai hal terkait Beasiswa  Bank Indonesia.

Wakil Rektor (Warek) III, Ahmad fathonih mengungkapkan bahwa dari 26.000 mahasiswa di UIN SGD Bandung tentunya banyak yang memiliki prestasi bagus. Namun, ruang untuk memperoleh beasiswa dari lembaga lain masih kurang. Oleh karena itu, ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin dengan cara yang sportif, elegan, dan kompetitif.

Mengingat tidak semua Program Studi dapat mendaftar beasiswa BI, Fathonih berharap agar mahasiswa menunjukan skill kemampuannya. “Saya melihat beasiswa yang diberikan BI sangat kompetitif, nah karena sanagt kompetitif saya berharap temen-teman mahasiswa memperlihatakan kemampuan yang dimiliki, tentu bukan hanya dari sisi ipk tetapi ada talenta lain yang menajdi persyaratan beasiswa BI,” ujarnya saat memberikan sambutan, Rabu (16/3/2022).

Asisten Direktur Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi & Keuangan Daerah BI Jawa Barat, Indri Mardiani menjelaskan bahwa Beasiswa BI merupakan bagian dari program dedikasi untuk negeri yang bertekad dan berperan aktif guna meningkatan kualitas SDM dimasa depan. Program beasiswa ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa pada jenjang Strata 1 (S1), Diploma 3 (D3), serta SMK.

“Setiap mahasiswa berhak menerima beasiswa  maksimal  empat semester sepanjang memenuhi kriteria. Temen-temen tidak bisa menerima besiswa apabila sudah mendpaatkan empat semester secara berturut-turut. Atau temen-temen yang sudah berencana menyelesaikan studi atau sidang dalam periode penerimaan beasiswa sebaiknya tidak mengajukan. Karena saat teman-teman dinyatakan lulus, sedangkan masih menerima beasiswa, maka harus mengembalikan uang beasiswa nya,” paparnya, Rabu (16/3/2022).

Untuk UIN SGD Bandung, terdapat 16 Program Studi prioritas dengan kuota yang diberikan oleh Bank Indonesia sebanyak 75 orang. Meskipun demikian, Indri mengungkapkan bahwa pada tahun ini Bank Indonesia memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari program studi lainnya untuk turut mendaftar beasiswa BI.

“Tidak menutup kemungkinan prodi non prioritas tetap bisa (mengikuti beasiswa -Red) selama teman-teman memiliki prestasi dan pengalaman dibidang sosial.  75 persen untuk prodi prioritas dan 25 persen untu podi non prioritas. Jadi jangan berputus asa, selama teman-teman berprestasi dan bersedia untuk turut aktif pada kegiatan GenBI yang berdampak pada masyarakat,” lanjutnya.

Terkait alur pendaftaran, Indri menjelaskan bahwa tahap pertama yaitu seleksi administrasi oleh pihak kampus dengan menyortir mahasiswa sesuai dengan kriteria. Kemudian, dilanjut dengan tahap wawancara oleh pihak BI. Pada tahap ini, Indri menegaskan agar mahasiswa dapat memperkenalkan diri dengan sangat elegan,  sehingga pewawancara yakin jika mahasiswa tersebut layak untuk menerima beasiswa.

Mahasiswa Hukum Tata Negara, Muhammad Jibril mengungapkan jika ia sangat tertarik dengan beasiswa BI. Bukan hanya orientasi terhadap apa yang ia dapatkan saja, melainkan karena banyak kegiatan serta komunitas GenBI didalamnya. Oleh karen itu, melalui acara sosialisasi ini, banyak sekali hal dan informasi penting yang ia dapatkan.  

“Banyak sekali pelajaran yang dapat saya ambil dari sosialisasi beasiswa BI ini. Harapan saya beasiswa ini agar bisa tersalurkan secara tepat terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Semoga beasiswa ini dapat menghimpun mahasiswa yang mempunyai potensi agar dapat menjadi  future leaders, agent of change, dan front liner dari komunitas GenBI,” ujar Jibril.

Reporter : Intan Faizatul Wida/Suaka

Redaktur : Yopi Muharam/ Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas