
SUAKAONLINE.COM – Bumi adalah tempat dimana manusia dan alam berpijak, sekaligus menjadi penopang kehidupan manusia. Jika Rusak, lambat laun kehidupan di bumi pasti akan hilang. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, Komunitas Fotografi Jurnalistik UIN Bandung, Photo’s Speak mengadakan pameran Fotografi Jurnalistik di kampung Rancakeong, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (5/5/2016).
Tercatat dalam siaran pers yang di keluarkan, tema “Tanah Kami Terpapar Limbah” dipilih untuk mewakili kegelisahan para anggota Photo’s Speak akan kondisi lingkungan yang semakin hari semakin memburuk. Khususnya di daerah Linggar dan sekitarnya. Dalam data Badan Lingkungan Hidup Provinsi (BLHP) Jawa Barat, Linggar merupakan daerah yang terkena dampak paling parah dari limbah pabrik tekstil daerah sekitar.
“Dominan foto yang ditampilkan merupakan foto foto kerusakan, yang bertujuan membuat khalayak luas tahu dan sadar begini lah kondisi desa linggar yang terpapar limbah, dan berharap mampu juga untuk membuat masyarakat luas bisa peduli dengan kondisi lingkungan daerah Linggar,” ujar Kepala Suku Photo’s Speak, Jamal Ramadhan.
Meskipun sempat dianggap menyudutkan pihak industri, Jamal menegaskan bahwa tujuan dari pameran ini bukan seperti itu. “Meskipun bersinggungan dengan hal tersebut tapi tujuan kami bukan seperti itu, tujuan kami bukan ingin menutup pabrik atau apa karena dengan menutup pabrik sekalipun bukanlah solusi,” lanjut Jamal.
Selain itu, pameran hari berikutnya akan dilanjutkan di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Kota Bandung pada 8-11 Juni mendatang yang juga akan diisi oleh diskusi Foto dengan Pewarta Foto bertemakan “Jurnalisme Lingkungan : Dampak Peliputan dan Produksi Foto” bersama Prima Mulia dari harian TEMPO dan Jefri Tarigan dari Jefta Images.
Dalam pameran ini, dipersembahkan 50 foto karya anggota Photo’ Speak yang merupakan foto-foto tentang kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah dari pabrik tekstil dan membuat sawah-sawah serta saluran air daerah sekitar menjadi tercemar dan berbahaya bagi para warga daerah tersebut.
Reporter : Elya Rhafsanzani
Redaktur : Edi Prasetyo

