
SUAKAONLINE.COM– UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-107 bertajuk “Lulusan UIN Unggul dalam Ilmu, Kompetitif dalam Karya, Rahmat Bagi emesta” di Gedung Anwar Musaddad, Kampus, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 1.500 wisudawan dari program sarjana, magister, dan doktor resmi dilantik dalam prosesi tersebut.
Jumlah wisudawan terdiri dari Fakultas Ushuluddin 166 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 302 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 155 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 207 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 78 orang, Fakultas Psikologi 46 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 115 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 72 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 108 orang, Program Magister 194 orang, serta Program Doktor 57 orang.
Anugerah Adhi Djati Utama diraih oleh Evan Raif Rajenriya Wijaya dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Adapun sejumlah mahasiswa lainnya juga masuk nominasi wisudawan terbaik dari berbagai kategori, seperti indeks prestasi kumulatif (IPK), prestasi akademik, seni dan olahraga, karya tulis ilmiah, serta tahfidz Al-Qur’an. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan non-akademik yang diraih selama masa studi.
Senada dengan itu, wisudawan nominasi Adhi Djati kategori Penulis Karya Ilmiah di Jurnal Internasional, Nia Arshanty Dewi, menyampaikan hal serupa. “Tentunya senang dan bangga bisa sampai di tahap ini dan masuk nominasi,” katanya, Sabtu (11/4/2026). Ia menjelaskan bahwa penilaian Adhi Djati tidak hanya berdasarkan IPK, tetapi juga prestasi tambahan seperti karya ilmiah dan aktivitas di luar akademik. Tantangan terbesarnya adalah beradaptasi dengan kehidupan mandiri serta tuntutan belajar yang menuntut inisiatif tinggi.
Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas pencapaian yang diraih, serta berterima kasih kepada orang tua yang telah berjuang hingga mereka berada di titik ini. Selain itu, ia mengajak lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama kuliah. Para lulusan juga diharapkan menjadi duta Islam rahmatan lil ‘alamin dengan menebarkan kedamaian, kesejahteraan, dan sikap moderat di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan UIN tidak hanya dituntut sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, khususnya di Jawa Barat.
Ketua Senat, Mahmud, menegaskan bahwa dunia tengah mengalami perubahan cepat akibat revolusi digital, perkembangan AI, dan transformasi global. Ia menyebut gelar akademik saja tidak cukup, karena lulusan dituntut memiliki kecerdasan intelektual, ketangguhan moral, serta kemampuan beradaptasi. Ia berpesan agar lulusan tetap rendah hati, berani menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai, serta mampu menyeimbangkan teknologi dengan kemanusiaan. Selain itu, lulusan diharapkan tidak hanya sukses, tetapi juga membawa keberkahan bagi sesama. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama, Gugum Gumilar, mengajak wisudawan mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045 dengan terus menuntut ilmu. Ia menekankan pentingnya bekal intelektualitas, kemampuan bahasa, pengalaman organisasi, keberanian, dan kedisiplinan. Ia juga menyoroti tantangan dunia kerja, seperti skill mismatch yang mencapai 25–30 persen serta terbatasnya peluang kerja yang berdampak pada meningkatnya pengangguran. Menurutnya, lulusan harus memiliki keunikan dan kompetensi agar mampu bersaing, “ijazah hanya mengantarkan ke meja wawancara, tetapi kemampuanlah yang menentukan keberhasilan.” ujarnya.
Sebagai penutup, Nia juga memberikan pesan kepada para mahasiswa lainnya, agar tetap konsisten dalam menjalani perkuliahan dan memberikan usaha yang terbaik dalam setiap hal yang dikerjakan, “jangan malas-malasan, pokoknya harus konsisten ngerjain sesuatu dengan kasih yang terbaik biar tidak menyesal,” tutupnya.
Reporter: Chairil Dwi Mufarrij dan Nailah Amalia Putri/Magang
Redaktur: Muhamad Seha/Suaka

