Wisuda ke-108, Peraih Adhi Djati Utama Kategori Hafiz 30 Juz Raup Beasiswa S2

Date:

- Advertisement -
Salah satu wisudawan setelah menerima penghargaan anugerah Adhi Djati Utama, dalam Wisuda ke-108 yang digelar di Aula Anwar Mussaddad, Kampus 1, UIN SGD Bandung, Sabtu (12/7/2026). (Foto: Qonita Rozinatul Amani/Magang)

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-108 dengan mengusung tema “Transformasi Ilmu untuk Umat: Dari Kampus ke Pengabdian Semesta” di Aula Anwar Musaddad, Kampus 1, Sabtu (11/7/2026). Acara tersebut meluluskan sebanyak 1.500 wisudawan dari berbagai program studi. Kampus juga memberikan penghargaan berupa kesempatan melanjutkan studi S2 pada peraih dua Adhi Djati Utama.

Ke-1.500 wisudawan tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu. Rinciannya, Fakultas Ushuluddin meluluskan 127 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 252 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 202 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 163 orang, Fakultas Psikologi 34 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 135 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 113 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 114 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 147 orang, Program Magister 166 orang, dan Program Doktor 47 orang. 

Sebanyak lima mahasiswa terpilih menjadi nominator Anugerah Adhi Djati Utama atau penghargaan bagi wisudawan terbaik UIN SGD Bandung. Kategori Anugerah Adhi Djati Utama ini terbagi menjadi beberapa kriteria, yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), prestasi dan akademik, seni dan olahraga, karya tulis ilmiah, tahfiz Quran. Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah dan Hukum, juga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. 

Wisudawan peraih penghargaan Adijati kategori hafidz Qur’an 30 juz, Fattah Fadhilah Abulkhair terpilih dari 10 nominator cabang tahfiz. Ia mengatakan sebelum mendapatkan penghargaan, ia harus melewatkan penyeleksian dengan nominator hafidz 30 juz lainnya “Awalnya diseleksi 10, dan Alhamdulillah, Qadarullah, dan rezeki dari Allah juga saya mendapatkan penghargaan tersebut,” jelasnya, ketika ditemui Suaka usai wisuda, Sabtu (11/7/2026).

Di balik penghargaan tersebut, Fattah mengungkapkan bahwa kuncinya terletak pada konsistensi murajaah yang ia jaga sejak SMA. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini menerapkan strategi manajemen waktu sederhana namun efektif, yaitu mengunci waktu Subuh dan Maghrib khusus untuk menghafal. Dua waktu tersebut menurut dirinya ialah kunci agar hafalan lancar.

Senada dengannya, wisudawan peraih Adhi Djati Utama dengan kategori yang sama, Annisaa Hakim dari Fakultas Syariah dan Hukum mengungkapkan bahwa melihat pencapaian ini sebagai tanggung jawab baru. “Jujur perasaannya sangat bersyukur pastinya senang iya dan sebenarnya ini menjadi amanah tersendiri bagi aku. Bagaimana cara nanti kedepannya aku bisa lebih banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tuturnya.  Melalui penghargaan tersebut menjadi jalan bagi kedua wisudawan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 di UIN SGD Bandung melalui jalur beasiswa prestasi. 

Pandangan Annisaa tentang kontribusi tersebut selaras dengan pesan Rektor UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar dalam pidatonya. Rosihon menekankan bahwa gelar akademik hanyalah awal dari pengabdian yang sesungguhnya, agar menjadi lulusan yang membawa agen perubahan dan rahmat bagi alam semesta. “Ilmu itu tidak berhenti di ruang kuliah, ilmu itu dipelajari dalam konteks dan tujuan untuk diimplementasikan setelah kuliah. Jadi tidak boleh ilmu itu selesai hanya di bangku kuliah. Jadilah alumni yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tegas Rosihon.

Di balik ambisinya untuk berkontribusi kepada masyarakat, Annisaa mengakui menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan akademik, ekonomi, hingga tugas yang menumpuk. Untuk tetap bertahan dan tidak burnout, lanjutnya, ia memiliki landasan spiritual yang kuat, yakni QS. As-Shaff ayat 10-14, yang selalu dijadikan pondasi saat dihadapkan pada ujian. “Saya yakin itu yang ngasih adalah Sang Pemberi Masalah yang mencintai saya dan yang otomatis yang punya solusi adalah hanya Dia,” tutupnya diantara para wisudawan. 

Reporter: Nailah Amalia Putri/Magang dan Imam Syaban Abdurrahman/Magang
Redaktur: Zahra Zakkiyah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...