
SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung resmi melepas 6.770 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dengan tema “Membumikan Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil ‘Alamin”, Jumat (17/7/2026). Pelepasan yang digelar secara hybrid tersebut mengingatkan peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat serta menyampaikan sejumlah kebijakan pendukung selama pelaksanaan KKN.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN SGD Bandung, Aep Kusnawan, menjelaskan bahwa pelepasan ini dilakukan secara offline dan online dikarenakan kapasitas aula kampus yang tidak mampu menampung seluruh peserta secara sekaligus. Oleh karena itu, prosesi tatap muka (offline) di gedung hanya dihadiri terbatas oleh jajaran pimpinan dan perwakilan mahasiswa dari setiap jenis program KKN secara simbolis.
Aep juga menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini tersebar ke berbagai jenis program dengan wilayah yang luas, mulai dari lingkar kampus hingga lintas benua. Program reguler didominasi oleh KKN Sisdamas yang menempatkan 2.954 mahasiswa di Cianjur Utara dan 90 mahasiswa di Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, terdapat KKN Tematik, KKN Orda, KKN Nusantara di Baduy, hingga KKN Kolaboratif Luar Negeri. Secara umum, rentang waktu pelaksanaan pengabdian ini akan berlangsung selama 35 hari, terhitung sejak 18 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Wakil Rektor 1 UIN SGD Bandung, Dadan Rusmana yang hadir mewakili Rektor, memaparkan dua kebijakan krusial yang disiapkan untuk mendukung mahasiswa selama mengabdi, yakni fasilitas asuransi BPJS dan konversi SKS. Sebagai langkah preventif menjamin keamanan, seluruh peserta telah diproteksi dengan asuransi BPJS yang dianggarkan langsung oleh universitas. Selain itu, kampus membuka peluang konversi SKS melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana akumulasi jam kerja pengabdian di lapangan dapat dilaporkan ke program studi untuk dikonversikan ke mata kuliah yang relevan, seperti entrepreneurship.
“KKN itu sebenarnya sudah berbanding 20 SKS. Jadi, 2 SKS-nya termasuk ke administratif dan 18 SKS sisanya adalah ikhlas beramal. Jadi, kegiatan-kegiatan yang didapat kompetensi di lapangan itu ya boleh sebenarnya dilaporkan tapi ada bukti dukungnya, nanti tinggal datang ke Wadek 1 dengan skema MBKM,” jelasnya, Jumat (17/7/2026)
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan KKN bertumpu pada dua kriteria utama, yaitu meaningful (kebermaknaan bagi diri mahasiswa) dan beneficial activities (manfaat nyata bagi masyarakat) sebagai implementasi dari tema pelepasan KKN. Dadan juga berpesan agar mahasiswa mampu memaksimalkan kompetensi yang berbeda untuk memberikan kontribusi yang terukur. Desain program kerja pun dirinya ingatkan agar tidak dibuat terlalu besar atau muluk-muluk, melainkan harus adaptif terhadap kebutuhan riil setempat.
Sebagai penutup arahannya, Dadan mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater melalui perilaku yang sopan selama mengabdi di masyarakat. “Penting bagi kita melakukan kerja sama, koordinasi, partnership di sana dengan pengurus desa, kecamatan, termasuk para tokoh karismatik seperti kiai dan ajengan. Setidaknya mengenal kultur kemudian membangun kepercayaan bahwa mahasiswa UIN Bandung itu sesuai dengan ekspektasi mereka,” tegas Dadan di atas podium, sekaligus melepas seluruh peserta KKN tahun 2026 atas nama pimpinan universitas.
Salah satu peserta KKN konversi dari program studi Komunikasi Penyiaran Islam angkatan 2023, Dhinda Mah’mudah Sa’diyah, membagikan kesannya mengenai acara pelepasan KKN tersebut. Menurutnya, arahan dari pimpinan kampus cukup membangkitkan kesiapan mental sebelum mengabdi pada masyarakat. Namun, ia menyayangkan pelaksanaan pelepasan yang hanya dilakukan secara daring bagi mayoritas peserta. “Kalau secara langsung, terasa suasana kebersamaannya, informasi yang disampaikan juga lebih mudah dipahami,” ungkap Dhinda melalui pesan WhatsApp, Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, peserta KKN Mitra Orda dari Program Studi Hukum Pidana Islam angkatan 2023, Dede Maulana Zamzami, mengatakan pelepasan KKN akan lebih menarik jika dilengkapi dengan sesi berbagi pengalaman dari alumni atau mahasiswa yang telah mengikuti KKN. Selain itu, Ia juga menanggapi mengenai konversi KKN. Menurut dirinya, perlu penjelasan lebih jelas mengenai mekanisme pengajuannya.
Kemudian, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Suaka meminta penjelasan lebih rinci kepada Aep melalui pesan WhatsApp mengenai konversi SKS tersebut. Hal ini dikarenakan mata kuliah Entrepreneurship yang dapat dikonversi, sudah diikuti oleh sebagian mahasiswa dan bukan merupakan mata kuliah pada semester yang sedang dijalani. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Aep belum juga memberikan tanggapan.
Reporter: Qonita Rozinatul Amani/Magang
Redaktur: Zahra Zakkiyah/Suaka

