Harry Poeze, Habiskan 40 Tahun Ungkap Misteri Tan Malaka

Date:

- Advertisement -

[Suakaonline]- Sumedang,- Misteri akan sosok Pahlawan Nasional, Tan Malaka rupanya menarik perhatian peneliti asal Belanda Harry Poeze. Kekaguman akan sosok pejuang revolusioner tersebut membuatnya melakukan peneliti anakan misteri Tan Malaka selama 40 tahun.

 

Menurut peneliti yang sudah menulis enam seri buku tentang Tan Malaka itu, misteri akan kematian sosok beraliran kiri tersebut masih penuh teka-teki. “Misteri akan kematian Tan Malaka ada sampai sepuluh versi, “ ungkapnya dalam diskusi buku Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (03/01).


Pria lulusan Amsterdam Universitiet ini berhasil mencatatkan sejarah. Pada September 2009 lalu, ia dan timnya berhasil menemukan tempat dimakamkannya Tan Malaka, yakni di Desa Selo panggung, Kediri, JawaTimur.


“Menurut hasil identifikasi forensik, yang dikuburkan ituialah seorang laki-laki, umurnya 40-60 tahun, tinggi badannya sekitar 163 cm dan lengan tubuhnya di belakang,” katanya.


Dengan hasil forensik itu, ia yakni itu adalah Tan Malaka. Sebab semua fakta itu sesuai dengan ciri-ciri Tan Malaka. Tapi kata Harry,  pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih perlu bukti tes DNA untuk memastikan itu benar jasad Tan Malaka.


Pada Januari 2011 dalam jumpa pers di Jakarta, Harry memastikan 90 persen bahwa itu adalah jasad Tan Malaka. Setelah sebelumnya mencocokan hasil DNA dengan keponakan atau keturunan dari adik Tan Malaka.


Ihwal penempatan makam Tan Malaka, menurutnya masih menuai banyak perdebatan. Beberapa pihak ada yang ingin menempatkan makam itu di Taman Makam Pahlawan daerah Kalibata, di tempat kelahirannya di Sumatra dan di Selopanggung tempat jasad Tan Malaka ditemukan.


 

Tapi bagi Harry, Tan Malaka mempunyai sosok yang amat menarik. Pendiri partai Murba ini dinilai Harry sebagai seorang tokoh yang memiliki tulisan sejarah Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Harry mengatakan kisah Tan Malaka merupakan satu babak sejarah Indonesia yang hilang, karena ditutup rapat-rapat oleh rezim Orde Baru.


Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...