3 mnt membaca"> Berbincang Logoterapi: Sehat Mental dengan Menemukan Makna Hidup - Suaka Online
Kampusiana

Berbincang Logoterapi: Sehat Mental dengan Menemukan Makna Hidup3 mnt membaca

Hanna Djumhana Bastaman dan Yulianti tengah membahas hubungan kesehatan mental dengan logoterapi pada webinar nasional dengan tema “Save Your Mental by Logotheraphy” Minggu, (10/10/2021). (Salsabil Farihati)

SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tasawuf dan Psikoterapi mengadakan webinar nasional dengan tema ”Save Your Mental by Logotheraphy” via Zoom Meeting, Minggu (10/10/2021). Webinar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia atau World Mental Health Day 2021.

Dihadiri lebih dari 250 peserta, webinar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Hanna Djumhana Bastaman pakar Psikologi Islam dan pendiri Asosiasi Psikologi Islam (API) sekaligus dosen prodi Tasawuf dan Psikoterapi Yulianti.

Salah satu panitia acara Ai Hidayatunnajah menjelaskan alasan memilih tema ”Save Your Mental by Logotheraphy” karena isu kesehatan mental menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Adapun tujuan dari webinar ini ialah untuk mengenalkan logoterapi dan cara memaknai hidup melalui logoterapi.

Pemaparan webinar ini diawali oleh Yulianti yang menjelaskan tentang pentingnya kesehatan mental bagi kehidupan. “Kesehatan mental merupakan sektor penting dalam kesehatan secara menyeluruh. Sayangnya, dilansir dari data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahwa 450 juta orang mengidap gangguan mental dan satu dari empat orang menderita gangguan mental semasa hidupnya,” paparnya, Minggu (10/10/2021).

Dalam UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa atau Mental dijelaskan kesehatan jiwa sendiri adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Beliau juga menghubungkan pemaparannya ini dengan salah satu drama korea berjudul Hometown Cha Cha Cha. Menurutnya tokoh utama dalam drama yakni Hong Du-Shik memiliki trauma di masa lalu yang mengharuskan dirinya pergi ke psikoterapis. Namun ia mampu menyembuhkannya dengan memahim makna hidup.

“Dalam buku Victor E Frankl terdapat beberapa nilai untuk menemukan makna hidup. Yang pertama ada nilai kreatif. Nah Hong Du-Shik ini meskipun memiliki trauma ia tetap kreatif dan melakukan banyak hal. Nilai yang kedua adalah penghayatan yang berasal dari agama dan orang tua. Selanjutnya adalah nilai bersikap bagaimana bersikap baik pada diri sendiri dan orang lain. Dalam drama ini Hong Du-Shik kerap membantu warga sekitar, maka tak heran jika dari kalangan anak-anak hingga dewasa menyukainya,” tambahnya.

Sementara itu, Hanna Djumhana Bastaman menjelaskan lebih jauh perihal logoterapi. Logoterapi ini didirikan atau dirintis oleh Victor E. Frankl guru besar Universitas Wina, Austria. Logoterapi sendiri adalah cara untuk menemukan makna hidup, maka tak heran jika beliau dikenal sebagai pakar makna hidup. Hidupnya penuh makna bahkan kematiannya pun dihayati dengan makna.

“Kehidupan memiliki makna dalam keadaan apapun, bahkan ketika dalam penderitaan. Meskipun terkadang makna hidup itu tersirat dan tersembunyi. Manusia juga memiliki kehendak untuk hidup bermakna, The Will to Meaning sebagai motivasi utama dalam hidup. Serta kebebasan untuk menemukan makna hidup dan mengembangkannya,” ucapnya.

Karakteristik hidup bermakna diantaranya adalah menghayati kebahagiaan, memiliki tujuan hidup yang jelas, memiliki semangat dan gairah hidup, meningkatkan cara berfikir dan bertindak positif, dan lain sebagainya. Kemudian diakhir pemaparannya beliau mengatakan bahwa hidup bermakna sama dengan pribadi unggul, dan pribadi unggul sama dengan sehat mental, yang mana hal tersebut menjerumus pada kebahagiaan.

Salah satu mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Riska Salsa Bila mengungkapkan kesannya mengikuti webinar ini. “Webinar ini seru serta bermanfaat juga. Jadi apa yang belum disampaikan oleh dosen di pelajaran atau misalkan belum paham sama materinya terjawab diwebinar ini. Intinya bisa nambah pengetahuan serta wawasan juga. Dan saya berharap sering sering adain webinar yang bisa menunjang kuliah kita sebagai mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi,” tutupnya.

Reporter         : Salsabyla Farihati

Redaktur        : Fuad Mutashim

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas