2 mnt membaca"> Momentum “10 Oktober” Hari Jadi Kesehatan Jiwa - Suaka Online
Infografik

Momentum “10 Oktober” Hari Jadi Kesehatan Jiwa2 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Badan Kesehatan Dunia (WHO), memaparkan bahwa mental yang sehat merupakan kondisi dimana seseorang menyadari tentang potensi yang ada di dalam dirinya, mampu produktif, dan mampu berkontribusi di lingkungan masyarakat atau orang-orang di sekitar. Dan pada pada 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental.

Campaign “Your Mental Health is a Priority” merupakan salah satu campaign yang dilakukan untuk menyadarkan bahwa kesehatan mental begitu penting dan perlu diprioritaskan. Selain itu, peringatan Hari kesehatan Jiwa juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menghargai juga menghormati atas setiap hak-hak mereka  untuk berjuang dalam proses pemulihan diri mereka.

Di Indonesia sendiri, Isu kesehatan mental belakangan ini sering di bahas di media-media serta di lingkungan masyarakat, menurut salah satu Psikolog, Andin, Head of Content Creator dari Platform 1% menyatakan bahwa kondisi isu kesehatan mental di Indonesia sudah mulai membaik dibandingkan sekitar lima tahun yang lalu. Mereka sudah mulai paham terhadap problem seperti stress, kecemasan, hingga depresi bukanlah masalah yang bisa dianggap sepele.

Meskipun awareness masyarakat sudah membaik, Indonesia masuk dalam kategori Darurat kesehatan mental. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat selama pandemi Covid-19 hingga juni tahun 2020, ada sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia hal ini tentunya mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang hanya 197 ribu jiwa.

Siti Khalimah, Direktur Kesehatan Jiwa dan Pengendalian NAPZA Kementerian Kesehatan, menjelaskan mengenai peningkatan kasus kesehatan jiwa. Peningkatan kasus kesehatan jiwa di masa pandemi diakibatkan oleh terbatasnya akses dan permasalahan sosial serta ekonomi yang dilami oleh masyarakat hingga berujung mereka mengalami depresi.

Baca juga:  Dema UIN Bandung Bersama KEMENAG Resmikan Sekolah Dakwah

Peningkatan kasus ini disebabkan oleh jumlah tenaga kesehatan mental yang minim, fasilitas kesehatan mental yang disediakan pemerintah masih kurang. Selain itu stigma dari orang Indonesia mengenai orang-orang dengan masalah kesehatan mental menjadi pemicu Indonesia darurat kesehatan mental.

Para ahli kesehatan, aktivis, serta organisasi kesehatan, membuka jalan seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat untuk gencar bersuara persoalan kesehatan jiwa dan menciptakan kesadaran kepada masyarakat tentang isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan mental. Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia, juga menjadi pengingat kepada kita bahwa gangguan mental bisa terjadi dimanapun tanpa memandang strata sosial, kelompok usia, dan latar belakang seseorang.

 Peneliti: Nur Ainun/ Suaka

Sumber: kompas.com, www.who.int, tirto.id, Satupersen.net, mediaindonesia.com

Desainn: Nur Alfiyah/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas