Aspirasi

Kekerasan di Papua Semakin Masif, Penempatan Militer Tidak Solutif

Oleh: Marselino W Pigai* Papua sudah tidak pernah lepas dari pendudukkan pasukan keamanan polisi dan tentara Republik Indonesia. Secara militer, negara melakukan pendekatan dengan Papua....

Pintu Aksesibilitas yang Membuka Peluang Kriminalitas

Oleh: Fauqi Muhtaromun Nazwan* Kampus kita ini memang unik. Bagi pengguna kendaraan bermotor seperti saya, hanya ada satu gerbang yang bisa kita lewati. Utamanya di...

Dituntut Kehadiran, tetapi Penuntut Tidak Hadir dalam Perkuliahan

Oleh: Azri Syahrul Fazri* Sebuah fenomena yang acapkali mahasiswa alami, melakukan kontrak perkuliahan dengan dalih menjalin kesepakatan. 75% toleransi kehadiran seringkali digaungkan oleh dosen-dosen agar...

Jangan Sampai Demokrasi Kampus Mati, Sebabnya Jangan Intervensi

Oleh: Mohammad Toha* Demokrasi menjadi cita-cita tinggi untuk dapat diterapkan sebagaimana konseptualnya. Bahwa asas paling primer dalam sistem penyelenggaraan kekuasaan ini adalah kedaulatan rakyat. Dalam konteks kampus, maka asas utamanya adalah mahasiswa. Pelaksanaan demokrasi di dalam kehidupan mahasiswa atau kampus memang dapat dikatakan belum ideal. Hal ini, ada banyak faktor yang mempengaruhinya, baik di dalam tubuh internal mahasiswa sendiri yang juga ternyata kerap menggunakan paradigma “kalah-menang” sebagaimana disinggung Alfan Alfian dalam bukunya Demokrasi Pilihlah Aku.

Semangat Reformasi Dalam Bayang-Bayang Orde Baru

Oleh: Ighna Karimah Nurnajah* Reformasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai perubahan besar-besaran terhadap suatu sistem yang memiliki tujuan untuk memperbaiki atau mengevaluasi nilai-nilai yang telah diselewengkan. Tentunya, reformasi di Indonesia tidak hadir dengan sendirinya, reformasi lahir di atas tubuh-tubuh yang hilang karena suara lantangnya menginginkan Indonesia yang baru.

Popular