Puisi

Ramadan di Perantauan

  Oleh: Risalatul Hasanah* Bulan yang dirindukan telah tiba Membawa kebahagiaan untuk kita yang menantikannya Setiap umat Muslim beribadah saling berlomba-lomba Mengharapkan ridho dan pahala dari Sang Maha Kuasa ... Dibalik...

Atas Nama Kepentingan Penguasa

Oleh: Nia Nur Fadillah* Atas nama kesejahteraan kau sebut Tanah kami kau renggut Atas nama kekuasaan kau sebut Kami terusir dari tanah nenek buyut Tak bisakah kau melihat kami damai Olehmu hidup kami tercerai-berai Dalih memberikan kemakmuran Justru pengkhianatan kau berikan Saat kami tetap bertahan Tanpa ampun kalian melawan Atas nama ketertiban kau sebutkan Gas air mata dilemparkan

Romantisme Itu Dilucuti

Oleh: Insan Mutaqin Nasid* Dengan ini, aku menyatakan Bahwa kemerdekaan adalah kebohongan Demonstrasi adalah kekosongan Reformasi adalah kenangan

Jiwa Yang Pulang

Oleh: Nia Nur Fadillah* Aku tak berharga Bak puisi sang maestro Chairil Anwar Aku binatang jalang  Dari kumpulannya yang terbuang ... Jauh dari tanah airku Membawaku ke tempat yang penuh pilu Dengan semua janji manismu Kau tipu aku ... Tak pasti apa yang kulakukan Tapi ku tak sendirian Tak pasti apa yang harus kulakukan Tapi aku butuh pertolongan ... Tolong! Hai tuan di sana tolong kami ! Tolong kami! Bebaskan kami! ... Apa ku tak berharga? Hingga kau menjual nyawa Apa kau insan manusia? Tega mempermainkan nyawa ... Disini aku menunggu Berharap akan hal yang tak pasti Atas semua kepastian yang ku nanti-nanti ... Dari balik mejanya sang tuan menjawab Atas semua kepastian yang ku rindukan Bukan! Bukan aku, tapi yang kami rindukan ... Terima kasih tuan kami bisa tidur tenang Ku bukan binatang jalang, aku sudah pulang

Kota Segenap Bendungan Lara

Oleh: Mohamad Akmal Albari* Ku tahu kota ini penuh estetika Meraba sana-sini terisi romansa Tapi apa, remahnya para durjana merajalela Kota kembang nan juara politisasi mereka ... Oh, kota penyimpan...

Popular

S.Sy dalam Polemik