Oleh: Risalatul Hasanah*
Bulan yang dirindukan telah tiba
Membawa kebahagiaan untuk kita yang menantikannya
Setiap umat Muslim beribadah saling berlomba-lomba
Mengharapkan ridho dan pahala dari Sang Maha Kuasa
...
Dibalik...
Oleh: Nia Nur Fadillah*
Atas nama kesejahteraan kau sebut
Tanah kami kau renggut
Atas nama kekuasaan kau sebut
Kami terusir dari tanah nenek buyut
Tak bisakah kau melihat kami damai
Olehmu hidup kami tercerai-berai
Dalih memberikan kemakmuran
Justru pengkhianatan kau berikan
Saat kami tetap bertahan
Tanpa ampun kalian melawan
Atas nama ketertiban kau sebutkan
Gas air mata dilemparkan
Oleh: Nia Nur Fadillah*
Aku tak berharga
Bak puisi sang maestro Chairil Anwar
Aku binatang jalang
Dari kumpulannya yang terbuang
...
Jauh dari tanah airku
Membawaku ke tempat yang penuh pilu
Dengan semua janji manismu
Kau tipu aku
...
Tak pasti apa yang kulakukan
Tapi ku tak sendirian
Tak pasti apa yang harus kulakukan
Tapi aku butuh pertolongan
...
Tolong!
Hai tuan di sana tolong kami !
Tolong kami!
Bebaskan kami!
...
Apa ku tak berharga?
Hingga kau menjual nyawa
Apa kau insan manusia?
Tega mempermainkan nyawa
...
Disini aku menunggu
Berharap akan hal yang tak pasti
Atas semua kepastian yang ku nanti-nanti
...
Dari balik mejanya sang tuan menjawab
Atas semua kepastian yang ku rindukan
Bukan! Bukan aku, tapi yang kami rindukan
...
Terima kasih tuan kami bisa tidur tenang
Ku bukan binatang jalang, aku sudah pulang
Oleh: Mohamad Akmal Albari*
Ku tahu kota ini penuh estetika
Meraba sana-sini terisi romansa
Tapi apa, remahnya para durjana merajalela
Kota kembang nan juara politisasi mereka
...
Oh, kota penyimpan...