Puisi

Malam Bencana

Oleh: Usman Rahmawan* Aku terbangun, Di tengah malam tanpa rembulan Cahaya tak lagi menyambangi Hanya hitam kelabu yang menemani

Duka Langka

Oleh: Siti Yulianti Nurandini Dalam pungkasan malam Satu Oktober Menjadi haribaan illahi Tragedi menyayat hati ... Riuh renjana menjelma kegusaran Berkusu-kusu turun ke lapangan Ganjil tak beraturan Tumbang dalam kenaifan ... Berlaku seolah pahlawan Menjarah kemanusiaan Tak lain demi kepentingan Dan bersimaharajalela ... Jerit tangis seakan terbungkam Mengabur ditelan ketamakan Kematian dan kesia-siaan Hanya seonggok cerita tuan ... Kaku dan ngilu sekali Tinggal tubuh yang disepuh cahaya bulan Teriring doa dan Alfatihah Untuk seluruh korban Kanjuruhan

Malam Yang Kelam

Puisi kelam tentang September Hitam, ditulis oleh mahaiswa jurusan Sastra Inggris, semester 5, Aurora Rafi Nafsa

Penafian Sang Marhaen

Oleh : Ade Ifda* Ini kisah Sang Marhaen Membabu di tengah hiruk pikuk Wajahnya tertekuk Di bawah borjuis ia membungkuk ... Sang Marhaen merana Bukan ia tak punya asa Tapi hanya satu...

Doa Mahasiswa Pada Ibunya

Oleh : Thori Maulana* “... Turunkan Harga, gagalkan wacana tunda-tunda..” Demikian pekikan-pekikan arak-arakan kaum mudayang tengah dimabuk perjuangan,dimabuk pergerakan.  Berangkat dari kediaman,bersama jas almamater kebesaran,tubuh yang sedia...

Popular

S.Sy dalam Polemik