Oleh: Siti Yulianti Nurandini
Dalam pungkasan malam
Satu Oktober
Menjadi haribaan illahi
Tragedi menyayat hati
...
Riuh renjana menjelma kegusaran
Berkusu-kusu turun ke lapangan
Ganjil tak beraturan
Tumbang dalam kenaifan
...
Berlaku seolah pahlawan
Menjarah kemanusiaan
Tak lain demi kepentingan
Dan bersimaharajalela
...
Jerit tangis seakan terbungkam
Mengabur ditelan ketamakan
Kematian dan kesia-siaan
Hanya seonggok cerita tuan
...
Kaku dan ngilu sekali
Tinggal tubuh yang disepuh cahaya bulan
Teriring doa dan Alfatihah
Untuk seluruh korban Kanjuruhan
Oleh : Ade Ifda*
Ini kisah Sang Marhaen
Membabu di tengah hiruk pikuk
Wajahnya tertekuk
Di bawah borjuis ia membungkuk
...
Sang Marhaen merana
Bukan ia tak punya asa
Tapi hanya satu...
Oleh : Thori Maulana*
“... Turunkan Harga, gagalkan wacana tunda-tunda..”
Demikian pekikan-pekikan arak-arakan kaum mudayang tengah dimabuk perjuangan,dimabuk pergerakan.
Berangkat dari kediaman,bersama jas almamater kebesaran,tubuh yang sedia...