Penafian Sang Marhaen

Date:

- Advertisement -
Ilustrasi : Karina Amartia/Suaka

Oleh : Ade Ifda*

Ini kisah Sang Marhaen

Membabu di tengah hiruk pikuk

Wajahnya tertekuk

Di bawah borjuis ia membungkuk

…

Sang Marhaen merana

Bukan ia tak punya asa

Tapi hanya satu pikirnya

Besok harus makan apa

…

Harapnya ia bekerja bersama pendingin udara

Tapi apalah daya

Berangsur duduk di pinggir jalan raya

Sederhana yang dilihat sebelah mata

…

Berhentilah

Sang Marhaen sudah pasrah

Apa lagi duhai borjuis serakah?

Tidakkah kalian merasa lelah?

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik semester dua dan merupakan anggota magang LPM Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...