Puisi

Duka Langka

Ilustrasi: Arie R Prayoga/Suaka

Oleh: Siti Yulianti Nurandini*

Dalam pungkasan malam

Satu Oktober

Menjadi haribaan illahi

Tragedi menyayat hati

Riuh renjana menjelma kegusaran

Berkusu-kusu turun ke lapangan

Ganjil tak beraturan

Tumbang dalam kenaifan

Berlaku seolah pahlawan

Menjarah kemanusiaan

Tak lain demi kepentingan

Dan bersimaharajalela

Jerit tangis seakan terbungkam

Mengabur ditelan ketamakan

Kematian dan kesia-siaan

Hanya seonggok cerita tuan

Kaku dan ngilu sekali

Tinggal tubuh yang disepuh cahaya bulan

Teriring doa dan Alfatihah

Untuk seluruh korban Kanjuruhan

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia semester enam dan merupakan pengurus LPM Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas