" > 3 mnt membaca"> Dua Dosen UIN Bandung Menjadi Peneliti Terbaik di BCRR 2019 - Suaka Online
Kampusiana

Dua Dosen UIN Bandung Menjadi Peneliti Terbaik di BCRR 20193 mnt membaca

Lima peneliti terbaik foto bersama Wakil Menteri Agama, Rektor UIN SGD Bandung, Kasubdit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Kemenag RI, dan Ketua LPM UIN SGD Bandung usai penyerahan penghargaan, pada acara Malam Anugerah Research Result 2019, di Gedung Anwar Musaddad, Rabu (4/12/2019). (Awla Rajul/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Malam Anugerah Research Result Award pada rangkaian acara Biannual Conference on Research Result (BCRR) 2019 digelar di Gedung Anwar Musaddad, Rabu (4/12/2019). Pada acara ini diumumkan dan diberi penghargaan kepada lima penelitian terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Jurnal bereputasi Internasional The Best Quartile (Q1), dan Jurnal terakreditasi Sinta 1.

 “Ini acara yang bergengsi. Ini merupakan salah satu karakter kegiatan dari perguruan tinggi yakni riset itu. Karena riset itu kan menjadi salah satu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Dan ini hendaknya terus dikembangkan karena ini merupakan awal kegiatan yang diselenggarakan oleh kementrian agama. Dan insya Allah di kesempatan yang akan datang kita akan adakan kembali,” ungkap Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi setelah menutup secara resmi BCRR 2019.

Zainut Tauhid berharap agar penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki manfaat yang besar bagi dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, bangsa, dan negara. Pihaknya juga akan mendorong dosen dan mahasiswa agar memiliki semangat melakukan riset. “Budget insya Allah akan kita tambah, kedepan. Mudah-mudahan negara akan memberikan perhatian itu. Saya kira ini menjadi concern negara,” tegasnya.

Kasubdit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Kementrian Agama (Kemenag), Suwendi, menjelaskan tahapan dan poin penilain. Tahapan pertama adalah di lingkungan perguruan tinggi yang dipercayakan kepada rektor, pimpinan, atau ketua PTKI untuk menilai lima riset terbaik di tingkat kampus masing-masing. Ada tiga kriteria minimal yang dilakukan, yaitu aspek keberbaharuan, inovasi, dan kebermanfaatan.

“Kriteria yang pertama adalah aspek novelty, keberbaharuannya. Yang kedua adalah nilai inovasi. Inovasi itu temuan-temuan barunya itu apa, temuan yang strategis itu apa. Yang ketiga itu kebermanfaatan,” ungkapnya saat ditemui usai acara. Setelah tahapan universitas, kemudian lima riset tersebut dikirimkan ke Direktorat PTKI untuk diverifikasi data. Ada sekitar 109 riset yang masuk, setelah dilakukan klarifikasi dan verifikasi menjadi 64 riset.

Baca juga:  Hari Raya Galungan, Maknai Kebaikan Melawan Keburukan

64 riset tersebut masuk ke tahap ketiga, yaitu proses penyaringan menjadi 25 riset terbaik yang dilakukan oleh reviewer secara nasional. “Kemudian yang keempat setelah itu, dari 25 itu kita tindak lanjuti menjadi lima, kita saring lagi. Dengan melibatkan sejumlah pihak dari luar kementrian agama yang kemudian tadi kita sudah saksikan ada lima itu. Saya kira ini lima temuan-temuan yang sangat luar biasa pada aspek Studi Islam, Bidang Sosial, Integrasi keilmuan, Moderasi Beragama, dan Bidang Sains dan Teknologi,” bebernya.

Suwendi mengungkapkan bahwa penelitian yang terbaik tersebut mendapatkan penghargaan dan kemudian ditindaklanjuti. Pada aspek pertama itu harus dipastikan hak kekayaan intelektualnya. Kemudian kedua harus dipublikasi. “Yang kemudian, kan tadi tergantung risetnya, ada yang berkaitan dengan sains. Maka ini akan kita coba dorong untuk dimasukkan ke dalam sejumlah pihak yang memiliki kewenangan ataupun memiliki kepentingan terhadap hasil-hasil riset itu tadi.” Tutupnya.

Adapun tiga dosen UIN SGD Bandung masuk sebagai 25 nominasi penelitian terbaik, yaitu Ahmad Ali Nurdin, Asti Meiza, dan Irma Riyani. Masing-masing mendapatkan tropi dan bantuan riset sebesar 15 juta. Dua dosen UIN SGD Bandung juga masuk sebagai nominasi lima penelitian terbaik, yaitu Mada Sanjaya dan Hasniah Aliah yang masing-masing mendapatkan tropi dan bantuan dana riset tahun anggaran 2019 sebesar 30 juta.

Reporter : Awla Rajul

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas