" > 2 mnt membaca"> Agro Teknologi Menggelar Perayaan Milad ke-13 - Suaka Online
Advertorial

Agro Teknologi Menggelar Perayaan Milad ke-132 mnt membaca

Juwita (kiri), Deka Rijki (Tengah), dan Fadhli Ilham (Kanan) sedang memberikan materi tentang pertanian dalam backround nya masing masing, di Abjan Solaeman, (22/11/2019). (Syifaurrahman/Suaka)

SUAKAONLINE.COM –  Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)  Agro Teknologi UIN SGD Bandung  menyelenggarakan acara seminar  You-Talk dengan tema  “Revolusi Pola Pemikiran Pembangunan Pertanian untuk Masa Depan yang Lebih Baik “ dalam rangka milad  Agro Teknologi yang ke -13 dengan mengusung  tema besar “Besaea Verum in Agro” di Abjan Soelaiman , Jum’at  (22/11/2019).

Menurut penutuaran Juwita berevolusi itu bukan hanya revolusi indusrti tetapi revolusi pemikiran, sehingga kita sanggup mengejar revolusi industri. Salah satu caranya adalah dengan banyak berkumpul dan berdiikusi sehinnga kita punya banyak spirit untuk mengarungi revolusi 4.0.

“Spirit saya sering kumpul dengan orang bisnis mereka punya spirit, jadi kita harus mengikuti arus tapi jangan hanyut, kalian punya akal gunakan akal itu sebagai kreativitas, jadi lakukan apa yang ingin kalian lakukan,” ujar pemilik Waida Farm di Sumedang, Juwita Kuswara.

Menurut Co-Founder Sangkuriang Farm  Deka Rizki Pangestu sebenarnya jika kita memiliki sinergi anatara pemenrintah, swasta dan pendikkan kualitas pertanian di Indonesia akan tumbuh pesat, dan kita bisa mandiri dan mampu menghadapi revolusi 4..0

“Istutisi pendidikan di genjot , kalau swasta reading analiyis, makanya harus ada sinergi pemerintah, penelitian, dan pendidikan, saya berpikir 80 persen sasrjana pendidikan lebih baik ketingbang 80 persen petani, bukan artian merendahkan petani SD”  tandasnya.

Menurut Ketau Pelaksana, Rabi hamdalla yang merupakan semester lima Jurusan Agro Teknologi tujuan diadakannya seminar ini untuk mengembangkan  kemampuan mahasiswasa Agro Teknologi di bidang teknologi pertanian.“Tujuan seminar untuk mengebangkan 4.0 agar berkembang dengan teknologinya tidak hanya dengan budaya-budaya sebelumnya karena harus diseimbangkan,” ujarnya

Reporter : Syifaurrahman

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas