" > 2 mnt membaca"> Hari Interseks Internasional: Mengenal Interseks, Si Jenis Kelamin Ketiga pada Manusia - Suaka Online
Infografik

Hari Interseks Internasional: Mengenal Interseks, Si Jenis Kelamin Ketiga pada Manusia2 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Hari Kesadaran Intersex (Intersex Awareness Day) selalu diperingati setiap tangal 26 Oktober, secara Internasional. Interseks merupakan variasi karakteristik kelamin yang berbeda dengan perempuan maupun lelaki, sehingga status kelaminnya ambigu. Istilah interseks berada di antara istilah LGBT-IQ yaitu lesbian, gay, biseks, transgender, interseks dan queer. Masyarakat seringkali menyamakan definisi antara interseks dengan transgender, padahal kedua istilah ini memiliki definisi yang berbeda.

Melansir laman beritagar.id, interseks merupakan istilah umum untuk berbagai kondisi di mana seseorang dilahirkan dengan anatomi reproduksi atau seksual yang tidak sesuai dengan definisi biologis laki-laki atau perempuan. Secara medis interseks disebut juga sebagai Disorder Sex Development (DSD).

Transgender merupakan istilah yang disematkan terhadap orang yang memiliki ekspresi gender berbeda dengan jenis kelamin yang dimiliki dari lahir.  Seorang transgender sudah memiliki jenis kelamin yang jelas sejak lahir dengan adanya penis atau vagina, namun ekspresi gender mereka tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Lain halnya dengan interseks, individu interseks dilahirkan dalam kondisi fisik perempuan misalnya, tetapi memiliki alat kelamin dan organ reproduksi laki-laki atau jenis kelamin yang ambigu, contohnya anak perempuan yang lahir dengan klitoris yang besar dan mirip penis, atau anak laki-laki yang lahir dengan skrotum terbelah sehingga seperti labia. Di Indonesia sendiri istilah interseks masih dikenal dengan istilah ‘kelamin ganda’.

Dalam beberapa kasus individu interseks memiliki genetika mosaik dimana beberapa selnya memiliki kromosom XX dan beberapa sel lainnya memiliki kromosom XY. Dimana laki-laki memiliki kromosom XY dan perempuan XX, tapi pada individu interseks didapati kromosom XYY. Perbedaan ini berhubungan dengan kromosom, organ internal, atau alat kelamin dan hormon yang tidak sesuai dengan kategori tradisional.

Baca juga:  Kukuhkan 13 Guru Besar, UIN Bandung Pecahkan Rekor MURI

Dilansir dari laman tirto.id, Dokter Ilene Wong, ahli urologi asal Amerika Serikat yang menangani pasien interseks, mengatakan interseks memiliki banyak variasi. Dunia medis mengenal 30-40 variasi yang semuanya tidak bisa diidentifikasi sebagai pria atau wanita. Dalam populasi dunia sendiri ada sebanyak 1,7 % penduduk dunia yang terlahir sebagai individu interseks, presentasinya 1 per 2000 bayi yang lahir. Angka tersebut, memperlihatkan bahwa individu interseks memiliki eksistensi dan tidak langka di dunia. Namun, data dan diskusi yang fokus terhadap interseksualitas sangatlah minim.

Pada akhir tahun 2018, Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mengakui adanya gender ketiga ‘interseks’. Pengadilan tertinggi Jerman memutuskan kategori jenis kelamin ketiga selain perempuan dan laki-laki harus diakui saat kelahiran seseorang. Pengakuan tersebut diputuskan atas dasar ajuan kasus seseorang yang tercatat sebagi perempuan namun kromosom yang dimilikinya mengindentifikasi bahwa dia bukan perempuan dan juga bukan laki-laki. Pengakuan Jerman tersebut mendapat respon positif dan dianggap revolusi kecil dalam area gender.

Sumber: tirto.id, cnn.com, beritagar.id, bbc.com

Peneliti: Ai Siti Rahayu/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas