Kang Romel Terhormat

Date:

- Advertisement -

Oleh Wicaksono

Saya sedih ketika, ‘doktrin’ akang perihal statement ketika mengisi acara bedah buku “Bahasa Media” tempo hari yang menyebutkan media massa independent itu memihak si pemodal. Gimanapun kondisi (baik/buruk) si bos. Ketika bos bermasalah. Ketika bos melumpuhkan. Ketika kedzaliman merebak. Harus seperti itukah wajah pers Indonesia.

Dimana kita harus menempatkan diri ketika rakyat tertindas. Ketika mereka tak punya modal. Ketika mereka membutuhkan informasi yang pro kesejahteraan rakyat. Ketika mereka membutuhkan keterbukaan. Ketika mereka hanya dicekoki budaya pop. Haruskah kita kembailkan wajah pers indonesia seperti zaman orde baru?

Kang romel terhormat. Statement akang sungguh berani. Saya acungkan dua jempol kaki untuk akang. Untuk ucapan “tidak ada salahnya bila media memihak si pemodal.”

Mahasiswa ‘terbelenggu’ dengan adanya POK. Mahasiswa tidak diberi kesempatan untuk tahu kemana perginya dana ikomah. Mahasiswa tidak tahu untuk apa mereka membayar uang praktikum, kalau hanya praktek ibadah dan tilawah. Saya WICAKSONO mahasiswa jurusan hubungan masyarakat, merangkak dari akar rumput. Dana sebesar 1.100.000 untuk registrasi awal masuk IAIN ternyata mengalir di perut birokrat. Ngasong korang di perempatan jalan dengan tujuan untuk membayar kuliah, namun hanya untuk mengisi dompet mereka. Kalau saja mereka tahu, bahwa ada beribu mahasiswa seperti saya. Namun mereka menutup mata, hati dan telinga. Pantaskah mereka, kita sebut khilafah? Haruskah kita bela mereka? Haruskah LPM SUAKA seperti birokrat busuk UIN itu?

Kenapa LPM SUAKA tidak dirubah saja namanya menjadi LPBB (lembaga pers birokrat busuk).
Saya tidak mengharapkan adanya kritik/saran untuk bahasa yang digunakan. Karena ini gaya saya…
Salam perjuangan.
Salam pers mahasiswa!!

Previous article
Next article

Share post:

Popular

Berita Terkait

Ketika Kritik Dibalas Umpatan, Menyoal Etika Komunikasi Presiden Prabowo

Oleh: Adhiim Hafiidh* SUAKAONLINE.COM – Lisan seorang kepala negara bukan...

Surat Pembaca: Ketika Atlet Dibutuhkan untuk Bertanding, Siapa yang Bertanggung Jawab Saat Mereka Cedera?

Oleh: Meyta Azhar Mariska* Prestasi olahraga sering menjadi kebanggaan sebuah...

Takut Bicara di Negeri Sendiri

“Dalam ketidakadilan, diam adalah bentuk persetujuan terhadap penindasan.” Sebuah...

Warisan Perilaku Pejabat Kampus pada Pejabat Mahasiswa

Oleh: Rafi Taufiqurrahman* SUAKAONLINE.COM- Sekelompok orang berdiri gagah di jalanan,...