Kepada Engkau, Tuan Muda!

Date:

- Advertisement -

Oleh Nirra Cahaya Pertama*

 

Waktu yang semakin mengkerucut dibahumu

Tak jua kau tepiskan untuk segera berlalu

 

Angin,

seolah menampar debu

menyibakkan perih

dan melengking saat menyentuh daun telinga

 

Kini,

seperti detik sebelumnya.

Kau masih bisu.

Berdiri tegap bersama keringat pilu dikeningmu.

 

*Penullis adalah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurusan Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi Aktif di LPM Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...