Kepada Gerimis Tua

Date:

- Advertisement -

Oleh Galah Denawa

-untuk Rien Qori Aina

tubuh beludrumu

dan langit melamin batu

malam itu, ada tetes gerimis tua

bergelayut di janggut serabut adam

seperti mencakar habis keringat matahari

sepasang klakson dadamu adalah harum vodka

yang mengisyaratkan desah paling memabukkan

aku, seperti seekor semut yang berdoa

mengharap madu tubuhmu, beludru tubuhmu

malam itu, ada yang tetap menjalar

di ujung dagumu yang lancip

di atas karpet jingga Lazuardi

yang kini menjadi kekasih terakhir ujung gergaji

lidahku, lidah gerimis

yang menghembuskan api

2011

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...