
SUAKAONLINE.COM – Setelah sembilan tahun lamanya menanti, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN SGD Bandung kembali digelar di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Minggu (26/10/2025). Acara ini hadir sebagai bentuk persatuan dan kekompakan keluarga besar Menwa serta memperkenalkan peran Menwa di kampus.
HUT Menwa yang mengangkat tema “Satu Kompi, Satu Hati, Satu Komando” disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Diaz Kurniawan, sebagai representasi bahwa keluarga besar Menwa berada dalam satu tubuh yang solid. Ia juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa acara ini menjadi momentum untuk mendorong semangat yang lebih besar serta meneguhkan komitmen terhadap disiplin, tanggung jawab, dan loyalitas sebagai satu kompi.
Di samping itu, Diaz menjelaskan fungsi Menwa di lingkungan kampus. Menurutnya, Menwa berperan sebagai stabilisator dan dinamisator kampus. Hal ini sejalan dengan pandangan Pembina Satuan, Ruhendra, yang menegaskan bahwa Menwa memiliki peran penting sebagai katalisator. “Menwa itu sebagai penjaga keamanan kampus, dan peningkat kedisiplinan mahasiswa,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Ruhendra juga membagikan pandangannya mengenai perkembangan Menwa di UIN Bandung yang bersifat fluktuatif. Ia menuturkan, pada tahun 1990-an jumlah pendaftar Menwa tergolong banyak, yakni mencapai 20–27 orang per angkatan. Namun, saat ini jumlahnya menurun menjadi sekitar 15–20 orang. Meski demikian, menurutnya kualitas anggota Menwa justru semakin berkembang dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Dekan FDK UIN SGD Bandung sekaligus alumni Kompi-Berdiri Sendiri (BS), Enjang, menilai bahwa Menwa memiliki peran strategis sebagai barisan pemuda terpelajar di perguruan tinggi. “Menwa merupakan bagian dari cadangan nasional yang terdidik dan memiliki dasar kemiliteran, sehingga diharapkan mampu menjaga marwah kampus, menjadi benteng pertahanan mental, serta menunjukkan kedisiplinan dalam berbagai aspek kehidupan kampus,” tegasnya.
Di sisi lain, Ia menyebutkan bahwa anggota Menwa harus menyeimbangkan identitasnya sebagai insan akademik yang berpikir kritis dan rasional. Ia juga menegaskan bahwa Menwa bukan sekadar seragam, melainkan merupakan janji untuk tegak, disiplin, menaati aturan, serta menjadi akademisi yang mengedepankan logika.
Pesan dan harapan pada anggota Menwa tak lupa dihaturkan oleh Enjang. Ia berpesan bahwa Menwa tidak boleh stagnan dan nyaman di zona aman, tetapi harus tetap bergerak dan beradaptasi. Ia juga berharap adanya sinergi antara alumni dan anggota agar kegiatan lebih produktif dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Enjang juga mengungkapkan rasa antusias nya serta perasaan yang sangat bahagia ketika menghadiri acara HUT Menwa ini, “Tentunya sangat bahagia hadir dalam acara yang sangat dinanti oleh para alumni seperti kami, senda gurau, saling mengenang dengan teman-teman seperjuangan,” tutupnya sembari tersenyum.
Reporter: Zahra Zakkiyah/Suaka
Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

