[Suakaonline]- Bayu Habib Maulana dan Tubagus Assad, mahasiswa semester 7 jurusan Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung mengalami kecelakaan di tanjakan perumahan Pramesta usai mengikuti Masa Orientasi Teknik Informatika (MONITOR) yang dilaksanakan di Bukit Maribaya Lembang, Minggu (13/10).
Muhammad Deden ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Informatika mengungkapkan bahwa Bayu meninggal dunia di tempat pada saat kejadian itu. “Kedua korban saat itu langsung dibawa ke poliklinik SESPIM Polri. Saya lihat kondisi Bayu di sana sudah bersimbah darah di bagian wajahnya, melihat tanda isyarat yang diberikan staf poliklinik, saya jadi paham bahwa Bayu sudah meninggal,” ungkapnya kepada Suaka, Selasa (16/10).
Lain hal dengan keadaan Tubagus, teman yang diboncengi Bayu. Mendengar keterangan dari dokter, Tubagus hanya mengalami ketidaksadaran. “Yang saya lihat dari kondisi tubuh Tubagus ketika itu normal-normal saja. Menurut keterangan dokter pun sebelum di scan baik-baik saja, hasil tes darah normal, jadi diperkirakan Tubagus hanya trauma sehingga tidak sadarkan diri,” tutur Deden.
Lanjutnya kepada Suaka, Deden menceritakan bahwa Tubagus sudah dipindahkan dari Poliklinik SESPIM Polri dan saat ini sedang menjalani rawat inap di RS. Al-Islam Bandung dengan kondisi kesehatan pendarahan di otak. “Ketika saya ajak bicara dirinya, dia antara sadar dan tidak sadar,” ujar Deden.
Rem Motor Blong
Menurut laporan polisi di TKP, kecelakaan disebabkan rem motor Vespa milik Bayu blong. “Kata Pak Polisi yang mengecek kendaraan Vespa milik Bayu, ditemukan kondisi rem motornya dalam keadaan blong. Kemungkinan karena tidak bisa menkontrol laju kendaraan, korban menabrak sebuah pohon, hal ini dilihat dari keterangan telah terjadi benturan benda tumpul di sekitar kepala korban,” ucap Deden. [] Pradi/Suaka

