2 mnt membaca"> Menjelang September Hitam, Aksi Kamisan Bandung Gelar Mural - Suaka Online
Lintas Kampus

Menjelang September Hitam, Aksi Kamisan Bandung Gelar Mural2 mnt membaca

Partisipan Aksi Kamisan sedang melukis mural pada atribut aksi , di parkiran mall Baltos, Tamansari, Bandung, Rabu (25/8/2021). (Foto : Hizqil Fadl Rohman/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Sejumlah partisipan dari Aksi Kamisan Bandung mengadakan kegiatan Seruan Bersama Warna Warni Perangkat Aksi di Tamansari 11, Bandung, pada hari Rabu, (25/8/2021). Dalam acara partisipan membuat lukisan mural yang bermediakan cat sablon, kain hitam, pylox, dan lainnya, yang berisikan tuntutan-tuntutan atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum tertuntaskan. 

Kegiatan ini dimulai pada jam 12.30 WIB, dihadiri oleh partisipan dari berbagai daerah di Kota Bandung. Partisipan dalam kegiatan ini bahu-membahu membuat lukisan mural, menggambarkan kasus-kasus pelanggaran HAM seperti kasus Munir, yang digambarkan berdampingan dengan ilustrasi racun arsenik. Lalu beberapa tipografi anekdot tentang tragedi Tanjung Priok, tragedi Semanggi II, Reformasi Dikorupsi dan tragedi 1965-1966.

Fasilitator aksi, Fayad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan menjelang September Hitam. Mengingat pada bulan September banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dan belum tertuntaskan.

Dia juga juga memaparkan, kegiatan Seruan Bersama Warna Warni Perangkat Aksi dilakukan untuk membentuk suatu ingatan yang lebih luas terhadap pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Serta mengkampanyekan kepada masyarakat luas bahwa pada kenyataannya kasus pelanggaran HAM yang dilakukan pada masa lalu belum tuntas hingga hari ini.

“Kita mengajak kawan-kawan terutama kawan-kawan yang bisa di bagian mural untuk kita sama-sama mengikat dan juga sebagai media bersama-sama membentuk satu ingatan yang lebih luas lagi sekalian memberikan kampanye ke masyarakat luas untuk kedepannya, terlebih ini dibulan depan ada September hitam ini kita buat mural untuk nanti kita kampanyekan pada September Hitam,” ujar Fayad, Rabu,(25/8/2021).

Fayad berharap, untuk selalu merawat ingatan atas tragedi pelanggran HAM yang terjadi. “Untuk diri kita masing-masing terutama yang ikut hari ini bagaimana kita menolak lupa, merawat ingatan kita tentang tragedi pelanggaran HAM.  Kemudian nanti setelahnya ketika ada aksi-aksi kampanye di jalanan nanti kita memberikan edukasi kepada masyarakat luas “ini loh ada pelanggaran HAM” khusunya di masa lalu yang belum selesai hingga hari ini.” Pungkasnya.

Baca juga:  Suara Eks Penyidik KPK Dalam Aksi Kamisan Bandung

Salah satu partisipan Seruan Bersama Warna Warni Perangkat Aksi, Boby berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi-aspirasi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Ia juga berharap untuk tidak dilupakannya kasus Munir, mengingat kasusnya yang satu tahun lagi akan ditutup.

“Saya berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi-aspirasi masyarakat terutama masyarakat miskin. Terlebih Munir kasusnya satu tahun lagi kedaluwarsa, inginnya pemerintah mendengar biar tidak kedaluwarsa, soalnya bukan masalah orangnya atau siapa korbannya tapi pelanggaran HAM-nya yang jadi penyakit di negara ini.” Ujarnya.

Reporter : Hizqil Fadl Rohman, Karina Amartira/Suaka

Redaktur : Fauzan Nugraha/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas