Minim Transparansi, Wisuda Dibayangi Polemik

Date:

- Advertisement -
Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Di kosannya yang nyaris kosong, mahasiswa Jurnalistik tingkat akhir, Halimah menghitung hari. Bukan untuk ujian, bukan pula untuk skripsi. Yang ia tunggu adalah kabar tentang hari wisuda, momen penutup yang seharusnya jadi titik lega perjalanan panjangnya. Namun, sejak Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: B-887/Un.05/1.1/PP.00.9/05/2025 tentang Kalender Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dirilis dua bulan lalu, tanggal pendaftaran dan pelaksanaan wisuda menguap entah ke mana.

Wisuda ke-104, yang semula dijadwalkan 28 Juni 2025, diam-diam bergeser. Tidak ada penjelasan resmi dalam kalender akademik. Mahasiswa pun hanya bisa menatap laman kampus, menanti pembaruan yang tak kunjung datang.

“Saya dan mungkin beberapa mahasiswa lainnya juga pasti ada yang sudah bertanya ke pihak penyelenggara wisuda melalui Instagram dan WhatsApp tapi hasilnya nihil,” kata Halimah, Jumat (8/8/2025). Ia menyebut keterlambatan dan kurangnya komunikasi membuat mahasiswa merasa diabaikan. Lebih jauh, ia dan teman-temannya terpaksa menambah biaya kos, sementara orang tua calon wisudawan kebingungan menyusun rencana perjalanan.

Rumor Menyeruak, Berembus dari Mulut ke Mulut 

Di tengah kekosongan informasi resmi, kabar liar menyelinap dari mulut ke mulut. Mahasiswa Ekonomi Syariah, Nabila berkisah ia kerap mendengar rumor Wisuda ke-104 bakal digelar daring. “Aku pribadi nggak mau kalo wisuda secara online, sedangkan kita sudah empat tahun kuliah terus tidak ada alasan yang mendesak,” ujarnya.

Rumor itu, katanya, berembus karena alasan efisiensi anggaran. “Jadi dampaknya banyak ketakutan gitu. Takutnya tuh keburu-buru juga persiapan karena kan nggak jelas tanggalnya juga belum diinfokan mekanisme dan lain sebagainya,” tambahnya.

Isu lain ikut meramaikan, kabar renovasi gedung Anwar Musadad dan perubahan mekanisme pemindahan tali kuncir oleh dekan fakultas masing-masing, berbeda dari tradisi sebelumnya.

Efisiensi yang Mengubah Rangkaian

Saat awak Suaka meminta konfirmasi, Kepala Bagian Akademik, Jajang Burhanudin, menjelaskan bahwa absennya jadwal wisuda di Kalender Akademik Tahun Ajaran 2025/2026 terjadi karena penyesuaian anggaran. Akibatnya, kampus tidak dapat memastikan jumlah dan tanggal pasti wisuda di luar alokasi anggaran tahun ini.

“Pelaksanaan Wisuda ke-105 di akhir November, Wisuda ke-106 seperti biasa di bulan Februari (InsyaAllah). Wisuda ke-107 dan seterusnya masih mempertimbangkan kebijakan dan postur anggaran tahun depan,” ujar Jajang saat dihubungi lewat WhatsApp, Selasa (12/8/2025).

Ia juga menyebut, teknis pelaksanaan wisuda kerap berbeda dari tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran. Semula, dalam satu periode anggaran 1 Januari hingga 31 Desember wisuda diadakan enam kali. Kini, jumlah itu dipangkas menjadi empat.

“Kalau yang Wisuda ke-102 kan 1.200 orang karena belum efisiensi. Kita coba ancang-ancang minimal lima kali wisuda, tapi setelah ada efisiensi di bulan ke-2 ke bulan ke-3, jumlahnya melonjak jadi 1.700,” tuturnya, Kamis (7/8/2025).

Sejauh ini, kampus baru menggelar dua wisuda, ke-102 dan ke-103. Artinya, tersisa dua lagi, Wisuda ke-104 yang akan digelar 23 Agustus 2025 dan Wisuda ke-105 di akhir November. “Empat kali pelaksanaan wisuda ini kebijakan agar seimbang antara yang lulus dengan mahasiswa baru, supaya relatif stabil,” tambahnya.

Pengurangan jumlah pelaksanaan membuat jumlah peserta per wisuda melonjak. Pada Wisuda ke-103, jumlah peserta tembus 1.700 orang. Tahun lalu, rata-rata hanya 1.000 orang per wisuda, sehingga totalnya sekitar 6.000 wisudawan per tahun.

“Walaupun cuma empat kali, jumlah wisudawan tetap tercapai bahkan lebih. Wisuda ke-104 ini awalnya 1.600, tapi karena banyak permintaan, ditambah 100 jadi maksimal 1.700 orang,” jelasnya.

Soal isu wisuda daring, Jajang memastikan dua wisuda terdekat, ke-104 dan ke-105 akan berlangsung luring, sesuai surat edaran. “Padahal dari sisi anggaran memang sudah offline, kita buat surat edaran offline. Hanya saja, pengaturan teknisnya banyak perubahan,” ujarnya.

Perubahan di Panggung Wisuda

Efisiensi mengubah detail acara, pemindahan tali kuncir kini dilakukan dekan fakultas, jalur menuju tengah dibuat ganda agar selesai sebelum zuhur, dan beberapa seremoni dipangkas, termasuk pemberian “anting-anting” untuk wisudawan terbaik yang biasa dilakukan langsung oleh Rektor.

Sarana pendukung pun dipotong, buku wisuda cetak, alat tulis kantor, dan seminar kit tak lagi diberikan. Buku wisuda kini berbentuk file digital. “Idealnya ada inovasi, tapi ini aja mamahikeun (menyesuaikan), boro-boro ada new idea, berjalan aja mendayagunakan agak susah,” ujarnya.

Kabar renovasi gedung Anwar Musadad ia bantah. Prasarana tetap sama, wisudawan di gedung utama itu, pendamping di luar gedung dan di gedung Abjan Soelaeman.

Harapan di Tengah Kabut Informasi

Bagi Halimah, wisuda adalah simbol penghargaan atas perjalanan akademik. Ia ingin kampus lebih terbuka dan konsisten dalam kebijakan. “Hal ini tidak hanya merugikan mahasiswa secara praktis, namun juga secara emosional,” katanya.

Nabila pun berharap momen sakral itu bisa disaksikan orang tuanya. “Harus jelas informasi-informasi terkait wisuda, pihak birokrasi bisa lebih tanggap dan lebih informatif gitu dan komunikatif terkait hal-hal yang berurusan dengan wisuda,” tutupnya.

 

Reporter: Mujahidah Aqilah/Suaka

Redaktur: Rafi Taufiqurrahman/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...