" > 3 mnt membaca"> Pentas Problematika Rumah Tangga Lewat Teater Pena - Suaka Online
Advertorial

Pentas Problematika Rumah Tangga Lewat Teater Pena3 mnt membaca

Teater Pena Jurnalistik UIN SGD Bandung mengadakan pementasan yang berjudul “Sayang Ada Orang Lain” di Rumentang Siang, Jumat (13/3/2020).(Syifa Nurul Aulia/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pada Jumat malam, Gedung Rumentang Siang dipenuhi dengan suasana haru dan air mata. Hal ini dikarenakan pementasan teater bertajuk “Sayang Ada Orang Lain” sukses digelar oleh Teater Pena Unit Kegiatan Jurusan (UKJ) Jurnalistik UIN SGD Bandung. Selain itu, teater ini juga dimeriahkan dengan kolaborasi bersama Paduan Suara Jurnalistik UIN SGD Bandung Riuangan Suanten (RSJ) dan Orches SanOhell.

Diadaptasi berdasarkan karya orisinal Utuy Tatang Sontani, dengan judul yang sama. Sayang Ada Orang Lain menceritakan peliknya kehidupan rumah tangga dalam tekanan permasalahan ekonomi. Karakter suami bernama Suminta diperankan oleh Rafiq, merupakan seorang buruh serabutan dengan penghasilan seadanya, sedangkan sang istri Mini, diperankan oleh Rodia, terpaksa menjual diri menjadi pelacur untuk menutupi realitas rumah tangga yang serba kekurangan.  

Mengetahui perbuatan yang dilakukan oleh Mini, Suminta merasa gagal sebagai kepala keluarga, dan akhirnya memutuskan bercerai lalu meninggalkan istri dan rumahnya. Drama keluarga ini ditampilkan dalam bentuk cerminan nyata akan permasalahan yang selalu terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini selaras dengan tujuan sutradara, Dani Ramdhani yang ingin mengangkat permasalahan krusial keluarga sebagai bentuk pembelajaran untuk penonton.

“Saya mengangkat naskah teater yang merupakan karya asli dari sutradara maestro teater, judulnya sama Sayang Ada Orang Lain. Tujuannya untuk memberikan gambaran nyata tentang permasalahan rumah tangga dan bagaimana cara kita memegang prinsip, untuk percaya pada pihak yang mana,” ujar Dani, saat diwawancarai Suaka di Gedung Rumentang Siang, Jumat (13/3/2020).

Adanya teater “Sayang Ada Orang Lain” ini mampu membangkitkan perasaan emosional dan empati penonton. Dani juga berharap penonton dapat memetik pesan yang tersirat di dalam cerita tersebut. Kemudian penonton tersadar akan salahnya realitas yang ada pada masyarakat saat ini. Toleransi merupakan sesuatu yang harus ada dan menjadi pondasi dalam sebuah hubungan, untuk membangun tingkatan tertinggi percintaan, yaitu kesetiaan.

Baca juga:  Panitia Ad Hoc Gelar Sosialisasi Jelang Pembentukan Ormawa-U

Sebagai sutradara yang juga merupakan mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung, Dani Ramdhani, bekerjasama dengan Teater Pena selama tiga bulan untuk menggarap teater “Sayang Ada Orang Lain” sampai akhirnya bisa dipentaskan. Tiga bulan tersebut merupakan masa latihan para pemain, sedangkan riset awal naskahnya sudah Dani lakukan sejak enam bulan sebelum masa latihan.

Kemudian aktor yang dipercayai memerankan karakter Suminta, Rafiq mengungkapkan bahwa ini merupakan kali perdananya menjadi aktor teater. Dan berperan sebagai Suminta merupakan tantangan dan pengalaman baru baginya. “Ini pertama kalinya saya jadi aktor teater, tapi meskipun demikian saya memberikan penampilan terbaik saya, karena teater ini juga memberikan pengalaman dan tantangan baru buat saya.” Ungkap Rafiq.

Dalam mendalami karakter, Rafiq menjelaskan bahwa setiap karakter melakukan pendekatan emosional antar pemain. Contohnya saja antara karakter Rafiq sebagai Suminta sang suami dan karakter Rodia sebagai Mini sang istri, mereka berdua seringkali berperan sebagai suami dan istri dalam kegiatan sehari-hari bahkan di luar sesi latihan, hal ini membantu mereka untuk mendalami karakter dan menghilangkan rasa canggung diantara pemain.

Reporter : Ai Siti Rahayu dan Syifa Nurul Aulia

Redaktur : Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas