Perjuangan Demi Menebar Kesejahteraan

Date:

- Advertisement -

Merubah Paradigma Menebar Kesejahteraan. Demikianlah motto yang diusung oleh Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Lahir atas keinginan pihak rektorat, perintisan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang bergerak di dunia usaha ini sudah dimulai semenjak 28 September 1991. Namun, Kopma UIN (dulu IAIN) Bandung baru berdiri tahun 1992, dengan mendapat status Badan Hukum Koperasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Koperasi Propinsi Jawa Barat nomor 10773/BH/KWK/10 pada 21 Agustus 1992.

Pada tahun-tahun pertama berdirinya, Kopma yang memiliki tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan mahasiswa ini hanya memiliki satu unit usaha, yaitu toko berukuran 2×3 meter. Namun, berkat usaha dan kerja keras para anggotanya, kini Kopma makin berkembang. Bahkan, saat ini Kopma disebut-sebut sebagai UKM/UKK “terkaya” di UIN Sunan Gunung Djati Bandung karena jumlah asetnya.

Perjuangan Kopma untuk menjadi seperti sekarang tidaklah mudah. Kopma pernah mengalami pasang-surut dalam perkembangan usahanya. Pada tahun 1998, di bawah pimpinan Komarudin Choil, Kopma pernah mendapatkan dana pinjaman PUKK dari PT. Pertamina. Sebagian dana tersebut digunakan untuk merenovasi dan modal kerja mini market, serta sisanya untuk pengembangan cafeteria.

Namun, mulai dari tahun 2001, Kopma mengalami kevakuman. Menurut Ketua Umum Kopma periode ini Uli Maelin, penyebab kevakuman ini adalah kurang amanahnya pengurus. Saat itu, Kopma mendapatkan tender membuat almamater. Namun, ternyata hasilnya tidak jadi. Selain itu, dulu semua mahasiswa otomatis menjadi anggota. Pada awal masuk kuliah, setiap mahasiswa diwajibkan membayar 10 ribu untuk menjadi anggota. Namun, karenakan itu adalah aset, jadi ketika mahasiswa itu keluar atau pun lulus, pihak Kopma harus mengembalikan lagi uang itu secara utuh. “Sayangnya, ternyata tidak bisa semua terbayarkan,” jelas Uli.

Melihat kondisi ini, beberapa orang yang peduli pada keberlangsungan Kopma tidak tinggal diam. Maka, pada tahun 2005, Kopma bangkit dari tidurnya. Segelintir anggota Kopma kembali mengeksiskan diri. Segala inovasi digerakkan hingga keberadaannya terus berkembang. Saat ini,  Kopma yang dimodali oleh Simpanan Pokok Anggota, Simpanan Wajib Anggota, Modal Penyertaan Anggota, Akumulasi SHU, dan modal pinjaman, memiliki berbagai macam unit usaha. Selanjutnya, pada tahun 2009, Kopma tercatat memiliki omzet 778.902.000 rupiah. Saat ini pun, Kopma mencanangkan program untuk menjalin kerjasama dengan pihak rektorat. Kopma ingin menjalin kerjasama dengan mengadakan Alat Tulis Kerja (ATK).

Uli mengatakan, selain tetap mengembangkan usaha Kopma juga berusaha mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki oleh para anggotanya. Dengan jumlah anggota keseluruhan yang mencapai 180 orang dan yang aktif sekitar 50 orang, Kopma berharap bisa melahirkan entrepreneur- entrepreneur muda.

Selain itu, Kopma juga memiliki keinginan untuk bisa melahirkan penulis muda. Keinginan ini diwujudkan dengan membuat media sendiri bernama Entrepreneur. “KOPMA memfasilitasi para anggota-anggotanya. Misalnya jika ada anggota yang memiliki hobi menulis, maka sekarang kami memfasilitasinya,” ujar Uli.

Uli menambahkan, Kopma juga memiliki kegiatan rutin seperti Pendidikan Dasar (Diksar), yakni orientasi bagi calon-calon anggota baru KOPMA yang dilakukan setiap tahunnya. Kemudian setiap bulannya, Kopma mengadakan kegiatan obrolan bisnis. Semua kegiatan dilakukan guna mengembangkan semua potensi-potensi yang dimiliki setiap anggota Kopma.

Dengan berkembangnya usaha yang dilakukan oleh Kopma, maka berkembang pula namanya. Tidak hanya terkenal di rumahnya saja, nama Kopma UIN Sunan Gunung Djati Bandung pun harum di tingkat nasional. Bahkan, keberadaannya juga diperhitungkan. Pada tahun 2009, saat peringatan Hari Koperasi yang jatuh pada tanggal 12 Juli, Kopma meraih juara ketiga kategori koperasi mahasiswa se-Kota Bandung yang diumumkan pada September 2009 lalu.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, maka tahun ini Kopma UIN Bandung menargetkan juara satu. “Penilaian untuk tahun ini sudah selesai, kami tinggal menunggu hasil. Semoga target kami tercapai,” ungkap Uli.  []Husnawati/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Tiga Tahun Thufanul Aqsa, Sejumlah Mahasiswa UIN Bandung Serukan Perjuangan Palestina

SUAKAONLINE.COM – Dalam mengembalikan kembali ingatan serta menggemakan perjuangan...

Mahasiswa Ushuluddin Gelar Aksi, Tuntut Tindak Lanjut Dugaan Pelecehan Seksual dan Pelanggaran Etika Akademik

SUAKAONLINE.COM – Kejadian berulang terkait dugaan pelecehan seksual dan...

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...