Oleh: Sir Malibari Java*
Dalam hening malam mengakhiri hari Sabtu, 20 April, sebuah notifikasi muncul di Telegram. Pemberitahuan itu ternyata hanya bertuliskan ’P’ –Ping– cara...
Oleh: Nur Muhamad Iskandar*
6 Februari 2024, Eno mangkir dari kuliah.
“Satu suapan datang, buka mulutnya. Pesawat akan segera tiba!” Eno mengangkat sesendok nasi goreng.
Sementara itu...
Oleh: Nur Muhamad Iskandar*
Begitu membosankan bila hanya terpaku bisu di dalam rumah. Maka sedari jumpa rasa jengah, aku rutin pergi ke kampus, walaupun sedang libur semester, tapi tak apa. Rasanya menghabiskan waktu di kampus agak sedikit menghibur. Datang ke perpustakaan tuk baca buku, ke masjid untuk ngadem di selasar, makan cuanki di bawah pohon rindang, atau keliling-keliling kampus lihat kegiatan anak-anak pergerakan.
Oleh: Sir Malibari Java
Aku berlari menuju tiang-tiang lampu samping jalan, waktu itu menunjukkan Rabu malam. Kegiatan kampusku baru selesai jam 8 malam, dari sisa waktu sore yang biasanya aku pulang, sekarang tidak. Aku memulai hal baru, sesuatu yang berbeda dari mahasiswa-mahasiswa pada umumnya. Alasan aku berlari, karena penasaran yang tak habisku ini, penyelidikan.
Oleh: Fahrus Refendi*
Ustad Musleh berjalan ringkih, “Bagaimana nasib langgar kita nanti?,” ucap Ustad Musleh dengan wajah kusam. Kursi yang berada di kolong meja perlahan...