" > 2 mnt membaca"> UIN Bandung Bagikan Sembako kepada Mahasiswa - Suaka Online
Kampusiana

UIN Bandung Bagikan Sembako kepada Mahasiswa2 mnt membaca

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud membagikan sembako kepada mahasiswa di Aula Abjan Soelaeman, Rabu (15/4/2020).(Fauzan Nugraha/Magang).

SUAKAONLINE.COM – Pada Rabu (15/4/2020), UIN SGD Bandung membagikan sembako secara simbolis kepada mahasiswa UIN SGD Bandung yang masih berada di Bandung. Sembako yang diberikan berupa beras, mie dan bahan pokok lainnya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dalam penanggulangan dampak virus COVID-19.

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud mengatakan ada sekitar 830 mahasiswa S1, S2 dan S3 yang masih berada di Bandung. Pihak kampus juga berencana akan membagikan sembako ini kepada masyarakat yang berada di sekitar kampus. “Dua hari yang lalu kita sudah dapat rujukan maka kita ambil tindakan. Sekarang saja mahasiswa S1 sampai S3 sudah sekitar 830 orang, ditambah juga masyarakat sekitar. Tapi masyarakat yang sekitar ini yang dekat-dekat kampus saja,” ujarnya saat diwawancarai SUAKA, Rabu (15/4/2020).

Mahmud juga menjelaskan untuk mekanisme pembagiannya diserahkan dan dikoordinasikan dengan Wakil Dekan III setiap fakultasnya. Dari pihak fakultas sudah di data mahasiswa penerima sembako, kemudian nantinya sembako tersebut akan dibagikan oleh petugas kepada masing-masing mahasiswa.

Lebih lanjut, Mahmud menyampaikan bahwa bantuan sembako yang diberikan dapat dipakai untuk tiga minggu atau sampai sebulan, itu tergantung mahasiswa mengonsuminya. “Hitungannya sekitar tiga minggu atau sebulan kalau dia apik mungkin cukup. Tapi memang kemampuan kita masih terbatas karena kita juga tidak bisa serta-merta kalau bicara tentang anggaran ada, tapi itukan anggaran program. Tapi intinya kita peduli dan akan terus memperhatikan mahasiswa kita yang ada disini,” lanjutnya.

Kemudian dana untuk pembagian sembako ini diperoleh dari anggaran kampus dengan ditambah dana saudara-saudara yang bersedekah karena mempunyai uang berlebih dan tidak mengambil anggaran yang sudah terprogram.“Sepenuhnya dari kampus ditambah saudara kita yang kelebihan, itu tidak mudah. Kalau sudah ada programnya kita tidak bisa mengambil untuk kegiatan ini, sebab ada aturannya,” jelas Mahmud.

Baca juga:  Warek III : PBAK Tahun ini, Tidak Ada Inagurasi

Mahmud juga berpesan kepada seluruh mahasiswa dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, mahasiswa harus melakukan dua pendekatan; yaitu pendekatan lahiriah secara medis seperti cuci tangan, memakai masker dan ketentuan-ketentuan protokol lainnya. Kemudian dengan pendekatan secara spiritual seperti melalui kekuatan doa dan ikhtiar-ikhtiar batiniah.

Salah satu mahasiswa Jurusan Manajemen, Zuhri Maulana merasa sangat bersyukur atas bantuan sembako yang di terima dari kampus. Karena dalam keadaan lockdown seperti ini kebutuhan sandang, pangan dan papan berkurang serta terbatas. Dengan begitu, bantuan tersebut bisa meringankan beban mahasiswa yang merantau dan meringankan beban orang tua.

Zuhri menambahkan bahwa bantuan ini juga sangat bermanfaat untuk kebutuhan pada Bulan Ramadhan.“Buat saya bermanfaat sekali, ini bisa membantu sedikit kebutuhan dari pondok sendiri, seperti ada beras dan mi juga, kurang lebih buat backup-an kebutuhan bulan puasa.” Pungkasnya.

Reporter: Fauzan Nugraha/Magang

Redaktur: Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas