" > 3 mnt membaca"> Wabah Corona Menyebar, Enam Acara Pamungkas Dema-F UIN Bandung Ditunda Sementara - Suaka Online
Infografis

Wabah Corona Menyebar, Enam Acara Pamungkas Dema-F UIN Bandung Ditunda Sementara3 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Merunut dari surat edaran resmi Rektor UIN SGD Bandung Nomor: B-352/Un.05/II.4/HM.01/03/2020 tentang Kebijakan Akademik dan Non-Akademik UIN SGD Bandung Terkait Pencegahan Penyebaran Virus Corona, maka kampus UIN SGD Bandung resmi mengalihkan perkuliahan dengan menggunakan sistem daring (online) dari tanggal 16 hingga 28 Maret 2020. Dalam salah satu poinnya, “Menghentikan sementara semua kegiatan yang bersifat massal di lingkungan kampus termasuk kegiatan kemahasiswaan.”

Kemudian pihak rektorat mengeluarkan surat edaran Nomor: B-392/Un.05/II.4/HM.01/03/2020 tentang Tindak Lanjut Akademik dan Non-Akademik Pencegahan Penyebaran Virus Corona, yang mana dalam poin pertama dituliskan bahwa “Perkuliahan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan sistem daring (online) atau penugasan bentuk lainnya di luar tatap muka diperpanjang sampai akhir perkuliahan semester genap tanggal 4 Juli 2020.”

Oleh karena itu, wabah Corona memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap seluruh kegiatan-kegiatan kampus, tidak hanya berdampak terhadap Kegitan Belajar Mengajar (KBM) tetapi juga terhadap Unit Kegitan Mahasiswa – Unit Kegiatan Khusus (UKM-UKK), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di UIN SGD Bandung.

Dengan begitu, kegiatan kemahasiswaan diruang lingkup UIN SGD Bandung terpaksa harus ditunda hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini pun dialami oleh hampir seluruh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakuktas (Dema-F) di lingkungan UIN SGD Bandung, terkecuali Dema-F Sains dan Teknologi yang telah sukses menyelenggarakan Arkananta 2020 yang dinahkodai oleh Balqis Tri Oktaria.

Beberapa Dema-F yang telah merancang acara besar sebagai Program Kerja (Proker) diakhir kepengurusannya terpaksa menunda kegiatan hingga keadaan kampus memungkinkan. Hal tersebut dialami oleh Dema-F Adab dan Humaniora yang sebelumnya akan menyelenggarakan Gebyar Budaya pada Kamis (2/4/2020). Menurut Ketua Pelaksana, Muhamad Rifqy Syifaa Nurrahman mengatakan bahwa persiapan perencanaan Gebyar Budaya sudah di rancang dari jauh-jauh hari dan untuk teknik persiapannya dilaksanakan setelah pleno tengah pada bulan Januari lalu.

Baca juga:  Mahasiswa Biologi UIN Bandung Raih Kesempatan ke Portugal

Hingga kini, persiapan Gebyar Budaya sudah mencapai 70% dan sisanya terkendala oleh akses yang sedang dibatasi karena pandemi Corona. Lebih lanjut, Rifqy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan namun tetap menunggu keadaan yang memungkinkan, karena kegiatan tersebut merupakan program kerja pamungkas yang menandakan masa jabatan yang dipimpin oleh Toriqul Farhan selesai.

Hal serupa juga dialami oleh Dema-F Ushuluddin, menurut Ketua Umum, Muhammad Helmi Mighfaza mengatakan bahwa seharusnya Dema-F Ushuluddin menyelenggarakan Ushuluddin Festival pada Senin (23/3/2020) lalu. Persiapan rancangan acaranya pun sudah mencapai 70%, adapun kegiatan yang diselenggarakan seperti donor darah, bakti sosial, seminar publik, dan rangkaian milad Fakultas Ushuluddin.

Helmi pun menambahkan, pihaknya terpaksa mendaringkan acara seminar publik dengan merubah konsep yang sebelumnya telah disiapkan. Menurutnya, adanya pandemi Corona tentu sangat merugikan pihaknya, karena proker yang menjadi andalan itu terjadwalkan di akhir.  “Kegiatan pun menjadi kacau balau, tentu itu merugikan kami. Apalagi libur yang begitu lama juga membuat jadwal pun harus menyesuaikan pula dengan jajaran birokrasi yang ada,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp,  Rabu (1/4/2020).

Berbeda dengan Dema-F Adab dan Humaniora, dan Dema-F Ushuluddin, Ketua Umum Dema-F Tarbiyah dan Keguruan, Muhamad Fariz Salman Zulkipli menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan rancangan acara 85%, dan telah melaksanakan pembukaan acara Tarbiyah Expo pada Sabtu (14/3/2020) lalu, dan rencananya rangkaian kegiatan acara tersebut akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, hingga Mei mendatang. Namun dengan adanya pandemi tersebut pihaknya terpaksa menunda rangkaian Tarbiyah Expo hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Melihat kondisi tersebut, Fariz pun merasa ikhlas dengan ketetapan yang sudah ada, karena manusia hanya bisa berencana, selebihnya tuhan yang menentukan dan dibalik segala peristiwa yang hadir, selalu ada hikmah yanh bisa diambil. “Yang terpenting bagaimana sekarang kita bisa menjaga dan merawat diri dengan baik dengan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat sampai kepada dekanat dengan tetap di rumah saja, lalu ketika usaha kawan-kawan telah maksimal dimuka bumi, maka biarkan ikhtiar, doa, dan takdirlah yang senantiasa bertarung di atas langit.” Pungkasnya, Rabu (1/3/2020).

Baca juga:  UIN Bandung Laksanakan PBAK 2020 Daring

Sumber : Ketua Umum Dema-F di ruang Lingkup UIN SGD Bandung, Ketua Pelaksana Gebyar Budaya, dan Ketua Pelaksana Fidkom Fest.

Reporter dan Peneliti : Anisa Nurfauziah

Desain : Rini Zulianti Sholihat

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas