
*Oleh: Qonita Razinatul Amani
Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama ratapan
Aku berpijak di atas duri angan Aku bahkan tak punya kawan
Sayang, aku perempuan Tangisku adalah darah
Aku tertimbun bara para amarah Aku terkurung oleh marwah
Sayang, tatap mataku
Maukah kau berdansa denganku dalam alunan nestapa? Atau akankah kau tertawai aku yang merana
Atau mungkin kau biarkan hatimu tak merasa
Sayang, lihat aku
Asaku tak bernilai bagi mereka
Hidupku dilelang dan dijual pada neraka
Aku lahir sebagai manusia, namun diperlakukan tak lebih dari benda
Aku ditinggalkan bersama senandika
Sayang, aku perempuan
Aku hadir memberi dunia lahir Tapi diriku runtuh karena takdir Aku dibunuh oleh sesat akal pikir
Aku berteriak, meratap, walau suaraku tak berukir
Sayang, aku perempuan
Sayapku dipatah, lukanya menyayat hati Sayang, aku ingin menari lagi
Tapi sayang,
aku telah mati jauh sebelum napasku berhenti
*Penulis merupakan Mahasiswa UIN SGD Bandung jurusan Pendidikan Biologi 2024 dan merupakan anggota magang LPM Suaka

