
Sujudku masih tergesa
salatku terbuang di ujung waktu
azan berkali lewat tanpa ku sapa
dan perintah-Mu aku diamkan begitu saja
Hari-hari kulepas tanpa tanya
betapa dungu aku jadinya
terlena oleh dunia yang fana
seolah esok pasti milikku selamanya
Ramadan berjalan tanpa menunggu
sedang aku diam membeku
malam-malam suci berlalu tanpa syahdu
ragaku penuh riuh nafsu
Kini aku tahu
segala adalah milik-Mu
usia, waktu, juga detak yang rapuh itu
Ramadhan telah luruh
sedang amalku hanya seserpih debu
aku ini manusia yang terlalu jauh
menyia-nyiakan waktu tanpa jemu
Di bawah langit kelabu
aku bersujud, meratap pilu
masihkah Engkau izinkan aku bertamu
atau napasku lebih dulu terhenti dalam kelu
Penulis: Meyliana Sofiyanti/Magang

