" > 3 mnt membaca"> Aksi Solidaritas Bandung: Tuntut Cabut Drop Out Mahasiswa UNKHAIR - Suaka Online
Lintas Kampus

Aksi Solidaritas Bandung: Tuntut Cabut Drop Out Mahasiswa UNKHAIR3 mnt membaca

Komite Aksi Solidaritas Kebebasan Berpendapat berdiri menyuarakan krisis demokrasi dalam Aksi Solidaritas di depan Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1-A, Kota Bandung, Senin (28/9/2020).(Fauzan Nugraha/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pada Senin (28/9/2020), sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas dan pekerja di Kota Bandung yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Kebebasan Berpendapat berkumpul dan menggelar aksi solidaritas #CabutDOUNKHAIR di depan Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1-A, Kota Bandung. Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan krisis demokrasi yang diterima empat mahasiswa atas tindakan drop out yang dilakukan oleh intansi Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate.

“Aksi ini menyuarakan kepada publik mengenai krisis demokrasi di instansi akademisi di UNKHAIR Ternate dimana empat mahasiswanya dikeluarkan atau drop out secara sepihak oleh pihak kampus tanpa adanya proses pemanggilan atau konfirmasi terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Pihak kampus beralasan mereka terlibat dalam aksi Front Rakyat Indonesia West Papua (FRI-WP) di depan kampus Muhammadiyah Maluku Utara pada 2 Desember 2019,” ungkap Michael Kharisma, Humas Komite Aksi Solidaritas Kebebasan Berpendapat saat diwawancarai Suaka, Senin (28/9/2020).

Dilansir dari Indopolitika.com, dalam lampiran Surat Keputusan, keempat mahasiswa itu disebutkan telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan Misi UNKHAIR. Dalam Pasal 82 ayat (3) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 83 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Khairun (Unkhair), Pasal 32 ayat (3) Peraturan Rektor Universitas Khairun Nomor 1714/UN44/KR.06/2017 tentang Peraturan Akademik, Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2019 tentang Kode Etik Mahasiswa Universitas Khairun serta mengacu pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Dalam keterangannya, mahasiswa dinilai mengancam integritas bangsa dan melanggar peraturan akademik karena melakukan aksi mendukung Papua merdeka. Dilansir dari LPM Kultura.com, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni, Syawal Abdulajit membenarkan pemberhentian studi keempat mahasiswa itu. Keempatnya dikatakan telah melakukan tindakan makar, provokatif dan memecah belah Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Syawal isu soal HUT Papua merdeka itu mengancam kedaulatan NKRI dan perlu ditindak dengan tegas. Mahasiswa juga dinilai punya tendensi keberpihakan terhadap Organisasi Pembebasan Papua (OPM) yang mau memerdekakan diri sebagai negara sendiri, mencoret nama institusi dan keluar dari kode etik. Keempat mahasiswa tersebut diantaranya atas nama Arbi M. Nur dari Program Studi Kimia, Ikra S. Alkatiri dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fahyudi Kabir dari Program Studi Elektro dan Fahrul Abdullah dari Program Studi Kehutanan.

Namun, tindakan mengeluarkan Surat Keputusan drop out secara sepihak tanpa keterlibatan dan keterangan dari mahasiswa terlebih dahulu dianggap tidak sesuai. “Adanya ketidaksesuaian. Dimana empat orang mahasiswa yang menyuarakan pendapat di muka umum, namun oleh pihak polisi dilaporkan kepada pihak rektorat, sehingga keluarlah SK drop out sepihak tersebut,”ujar salah satu partisipan Aksi Solidaritas, Alamsyah.

Alamsyah pun berharap pihak Universitas Khairun mencabut Surat Keputusan drop out terhadap empat mahasiswa yang bersangkutan. “Harapan kami pihak Universitas Khairun (UNKHAIR) mencabut Surat Keputusan drop out terhadap empat mahasiswa yang bersangkutan dan tidak ada lagi tindakan refresif yang dilakukan pihak kampus terhadap mahasiswa  untuk menyuarakan pendapat di muka umum.”Tutup Alamsyah.

Reporter: Raissa Shahifatillah dan Fauzan Nugraha

Redakur: Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas