2 mnt membaca"> Catatan Kekerasan HAM di September Hitam - Suaka Online
Infografik

Catatan Kekerasan HAM di September Hitam2 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Bulan September merupakan bulan  kelam bagi Indonesia. Pasalnya banyak sekali pelanggaran atas Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia, pada bulan ini. Mulai dari kebebasan berpendapat yang sering dibungkam, penganiayaan, penculikan, sampai pembunuhan.

Selain itu banyak kasus pelanggran HAM yang belum dituntaskan, misalnya tragedi 1965-1966, yang dilatar belakangi dengan penculikan dan pembunuhan tujuh jendral pada 30 september 1965 (G30S), yang diindikasi dalang dibaliknya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Akibatnya, banyak orang yang terlibat dalam partai PKI mengalami dikriminasi. seperti kehilangan pekerjaan, tidak bisa melanjutkan pendidikan dan dikucilkan di masyarakat, yang juga berimbas pada keluarganya.

Kasus pelanggaran HAM lain yang terjadi pada bulan September, yang belum dituntaskan yaitu kasus pembunuhan Munir, seorang Aktivis pejuang HAM  yang dibunuh pada 7 September 2004. Sebelum dibunuh berbagai ancaman datang kepada Munir, mulai dari upaya peneroran, penyerangan kantor KontraS (2002) dan upaya pengeboman pekarangan rumah Munir (2003).

Sampai pada tahun 2004 Munir dinyatakan meninggal ketika ia sedang dalam perjalanan pesawat menuju Utrecht, Belanda untuk melanjutkan pendiddikannya. Kabarnya, Munir meninggal karena keracunan Arsenik.

Selain itu masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, selain yang terjadi di bulan September. Sepeti kerusuhan yang terjadi di pada tahun 1998 yang terjadi pada bulan Mei, atau peristiwa penghilangan orang secara paksa yang terjadi pada tahun 1997-1998.

Sampai saat ini, pemerintah belum memiliki kebijakan yang berpihak kepada korban untuk memberikan rasa keadilan dalam bentuk kompensasi, restitusi dan rehabilitasi.  Komitmen pemerintah menyelesaikan kasus pelanggaran HAM begitu tipis. Pemerintah seakan-akan membiarkan kasus ini menguap dan terlupakan seiring waktu.

Baca juga:  Dema UIN Bandung Bersama KEMENAG Resmikan Sekolah Dakwah

Peneliti: Hizqil Fadl Rohman/Suaka

Sumber: kontras.org, tirto.id, Kompas.id

Desain: Silmi Nur Azizah/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas