Infografik

Tingkat Kecanduan Internet Pada Masa Pandemi Di Indonesia

SUAKA.ONLINE.COM, Infografis – Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung kurang lebih dua tahun sejak pertama kali dikonfirmasi kasus pertama masuknya virus ini sejak Maret 2020, hal ini seolah-olah mengalihkan kagiatan di dunia nyata ke dunia maya. Penggunaan internet dibutuhkan sebagai sarana komunikasi, sampai menjadi bahan utama penunjang berbagai kegiatan.

Berdasarkan  Survei  Asosiasi  Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, sebanyak 143,26 juta orang atau 54,68 persen dari populasi Indonesia menggunakan internet Penetrasi pengguna internet terbesar di usia remaja  13-18  tahun  75,5  persen. Pada usia  tersebut, bagian  otak remaja,  yaitu  dorsolateral  prefivntal  cortex  yang  berfungsi untuk  mencegah  seseorang  bersikap  impulsif  sehingga  seseorang  bisa  merencanakan dan   mengontrol   perilaku   dengan   baik,   belum   matang.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebanyak 31,4 persen remaja mengalami kecanduan internet. Prevalensi kecanduan internet pada remaja di Indonesia semakin meningkat pada masa pandemi Covid-19. Dari 2.933 remaja yang diteliti di 33 provinsi di Indonesia, 19,3 persen diantaranya ketergantungan internet, dan 59 persen di antaranya juga mengaku mengalami peningkatan durasi online dengan rata-rata 11,6 jam per hari pada remaja.

Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia dipakai untuk penggunaan media sosial, rata-rata penggunaannya menghabiskan tiga jam empat belas menit sehari untuk mengakses media sosial. Dari keseluruhan penduduk Indonesia sekitar 274,9 juta jiwa pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta jiwa atau 61,8 persen dari total populasi.

Penggunaan internet yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental, salah satunya adiksi atau kecanduan terhadap berbagai kegiatan yang bisa dilakukan melalui internet dan gadget. Seperti kecanduan games, internet, sosial media dan juga online shopping. Selain itu adiksi internet menimbulkan munculnya banyak kejahatan dan ketidakstabilan emosi.

Sumber: kominfo.go.id, Suara.com, Kompas.com, yoursay.suara.com, gigi.id, indonesia.id, Infokomputer.grid.id

Peneliti: Hanipah Sukmawati/Kontributor

Desain: Nur Alfyah/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas