" > 3 mnt membaca"> Dalih Molornya Pembentukan Dema-F Psikologi - Suaka Online
Kampusiana

Dalih Molornya Pembentukan Dema-F Psikologi3 mnt membaca

Sema-F Psikologi mengadakan sosialisasi pembentukan Dema-F di Auditorium Psikologi UIN SGD Bandung, Kamis (12/3/2020).(Anita Dewi/Magang)

SUAKAONLINE.COM – Pembentukan kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema-F) Psikologi Tahun 2020 mengalami kemoloran. Hal tersebut diamini oleh Formatur Ketua Umum Dema-F Psikologi terpilih, Rhendra Anas. Menurutnya, kemoloran tersebut karena target awal pembentukan pengurus pada April direncanakan sebelum maraknya Pandemi COVID-19.

“Jadi sekitar sebulan kita tim formatur merumuskan ulang untuk langkah yang efektif bagaimana agar rektrutmen untuk pembentukan pengurus Dema ini tetap berlangsung. Dari bulan Februari sampai Maret saya menunggu keputusan Sema-F dalam merumuskan struktural Dema-F Psikologi yang baru menjadi departemen. Selama bulan Maret sampai sekarang Dema-F masih berfokus pada kegiatan rekrutmen,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Suaka, Rabu (3/6/2020).

Rhendra juga mengaku, ia selaku ketua terpilih ikut bekerja sama dengan Sema-F dalam rangka menyampaikan keluh kesah mahasiswa Fakultas Psikologi terhadap perkuliahan online ke jajaran dekanat. Saat ini pembentukan pengurus sudah di tahap akhir yaitu Forum Group Discussion (FGD) yang merupakan tahapan rangkaian dari Assesment Center. FGD dilakukan melalui teleconference dimana peserta diberikan suatu topik untuk didiskusikan bersama.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Sema-F Psikologi, Riman Alfian. Riman menuturkan tahapan pembentukan kepengurusan mengalami penyesuain dengan kondisi pandemi COVID-19. Seperti melakukan wawancara terlebih dahulu ketika bulan Ramadhan dan saat ini sedang di tahapan FGD. Hal tersebut dikarenakan konsep yang telah dibuat sebelumnya perlu diubah menyesuaikan dengan kondisi calon pengurus dan permasalahan daring.

Insya Allah bulan ini sudah terbentuk,” tuturnya saat diwawancarai via daring, Selasa (2/6/2020). Wakil Dekan III Fakultas Psikologi, Irfan Fahmi telah mendorong pembentukan pengurus Dema-F secepatnya. Irfan mengaku terus berkoordinasi dengan formatur dalam tahapan yang dilakukan. “Mudah-mudahan di Minggu depan akan bisa segera dilakukan proses pelantikan secara daring oleh Dekan,” ungkapnya saat diwawancarai Suaka via daring, Kamis (11/6/2020).

Baca juga:  EVALUASI KULIAH DARING UIN BANDUNG

Irfan dan pihaknya pun memaklumi bahwa selain karena kondisi pandemi, alasan lainnya juga dikarenakan keinginan kuat dari formatur untuk mendapatkan calon pengurus Dema yang tepat. Hingga akhirnya proses rekrutmen dan seleksi berlangsung cukup lama, kurang lebih sekitar tiga bulan. Selain itu, formatur Dema-F Psikologi terpilih berencana untuk melakukan restrukturalisasi dari bentuk bidang menjadi departemen. Muncul ide restrukturalisasi diungkapkan Rhendra setelah melakukan studi banding ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

“Secara kapasitas memang lebih banyak dari anggota BEM UI tapi dengan struktur yang mereka pakai tetap mampu memudahkan para Badan Pengurus Harian (BPH) untuk bekerja khusus, tapi dalam pengawasan dan pemberian instruksi. Dan sistem kerja mereka pun cukup efektif dalam setiap departemennya baik antar biro-biro di dalamnya maupun antar anggota,” jelas Rhendra.

Alasan terkuat dilakukannya restrukturalisasi karena melihat kondisi BPH Dema periode sebelumnya kesulitan untuk melakukan pengawasan dan pemberian intruksi kepada delapan bidang. Maka dari itu, restrukturalisasi diungkapkan Rhendra agar mempermudah pengawasan dan agar intruksi yang disampaikan oleh BPH dapat dicerna baik sampai ke anggota.

Riman juga menuturkan urgensi restrukturalisasi agar mengefisienkan fungsi dan peran Dema supaya tidak adanya tumpang tindih. “Jadi regulasi mengenai restrukturalisasi sudah diatur ulang dalam Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Garis Besar Program Kerja (GBPK),” terangnya.

Perombakan struktural Dema-F Psikologi disampaikan oleh Irfan sebenarnya adalah bagian dari evaluasi akhir saat Musyawarah Mahasiswa (Musma), dimana tidak ada ketidakefektifan dalam pengelolaan kegiatan Dema. Irfan bahkan mengatakan perubahan struktural adalah hal biasa karena disesuaikan dengan kebutuhan organisai dan merespon perubahan zaman.

“Semakin kita bisa menyesuaikan dengan kedua hal tersebut maka organisasi akan sehat dalam pengelolaannya. Kami dari Wadek III juga malah mendorong hal tersebut dan disampaikan ke Sema-F Psikologi. Pihak Sema kemudian melanjutkan dan memproses restrukturalisasi tersebut dalam ketentuan. Segala halnya sudah dikoordinasikan sehingga dari pihak Wadek III tentu menyetujui hal tersebut.” Tutupnya.

Baca juga:  EVALUASI KULIAH DARING UIN BANDUNG

Reporter: Awla Rajul

Redaktur: Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas