[Suakaonline]-Efektifitas perpustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung dipertanyakan oleh sebagian mahasiswa FDK. Hal itu dikarenakan fasilitas yang tak memadai, buku tidak bisa dipinjam dan jam kerja yang disesuaikan dengan jam dosen.
Seperti yang dirasakan Tita, mahasiswa FDK yang tak mau disebutkan jurusannya. Menurutnya, perpustakaan FDK harusnya menjadi solusi di saat bangunan perpustakaan universitas belum rampung.
“Karena di perpustakaan UIN dulu terlalu jauh dan bukunya belum lengkap, masih proses penyelesaian gedung, saya berharap perpustakaan fakultas bisa jadi alternatif buat saya mencari referensi. Namun ternyata tidak,” jelas Tita saat diwawancara Suaka di gedung FDK, Jumat (14/02).
Selain itu, ia juga mempertanyakan kesesuaian antara kebijakan yang dibuat dan solusinya. “Kalau memang tidak bisa dipinjamkan dan harus dibaca di sana (Perpustakaan FDK-red) harusnya ruangan perpustakaan itu besar. Tapi ruangan kecil, gimana jadinya?” ungkapnya.
Saat dimintai konfirmasi mengenai kebijakan perpustakaan FDK, salah satu petugas perpustakaan, Asep Saepudin hanya menjelaskan bahwa setiap perpustakaan di fakultas berbeda-beda kebijakannya. “Boleh dibaca di ruangan saja, dan tidak bisa dipinjam,” katanya soal kebijakan perpustakaan FDK.
Menurut Tita, pihak FDK harusnya lebih serius dalam menangani perpustakaan fakultas. Selain itu, tambah Tita, kondisi perpustakaan FDK yang berukuran kecil dan terletak di sudut ruangan lantai empat itu, rupanya tidak banyak diketahui oleh mahasiswa.
Di tempat bebeda, Irwansyah, juga menyayangkan keberadaan perpustakaan FDK. “Awalnya saya tidak tahu ada perpustakaan di fakultas. Tapi, setelah saya tahu dan juga kondisi ruangannya yang sempit serta tidak bisa dipinjamkan bukunya, saya bertanya-tanya, inikah yang disebut perpustakaan?” kata mahasiswa jurusan Humas itu di Gazebo UIN SGD Bandung, Jumat (14/02).

