
Dok. Suaka
SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung berbenah jelang tahun ajaran 2018 – 2019, salah satu nya dengan membuka program studi baru, Ilmu Politik bahkan menurut Wakil Rektor I Bidang Akademik, Asep Muhyidin menyatakan bahwa Program studi tersebut sudah lama diajukan dan sudah mendapatkan informasi yang positif, dan pada tahun ini akan segera dibuka.
Asep Muhyidin menuturkan program studi Ilmu Politik ini belum terdaftarkan di Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Pada Perguruan Tinggi Negeri tahun ini karena baru. Sehingga kemungkinan penerimaannya lewat jalur mandiri.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dekan FISIP UIN SGD Bandung, Sahya Anggara menurut pernyataannya , tahun ini FISIP UIN SGD Bandung akan membuka program studi Ilmu Politik. Untuk jalur seleksi penerimaannya akan melewati jalur mandiri karena Surut Keputusan (SK) dari Kemenristekdikti baru dikeluarkan pada 21 Maret 2018, oleh karena itu maka program studi ini tidak terdaftar di Panitia PMB Nasional.
“Melewati jalur mandiri, karena memang sudah ga masuk ke sana (Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Pada Perguruan Tinggi Negeri ), karena sudah ketinggalan , karena memang harus dibuka tahun sekarang dalam SK nya, jadi ya lewat jalur mandiri dan ntuk daya tampung Prodi Ilmu Politik ini sekitar 120 jadi cuma dua sampai tiga kelas,” ujarnya
Sahya Anggara juga menambahkan mengenai alasan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK ) program studi Ilmu Politik oleh Kemenristekdikti, menurutnya FISIP itu bukan fakultas agama tetapi fakultas umum. Sehingga untuk semua perizinannya baik itu pengajuan program studi maupun fakultas itu dari Kemenristekdikti.
“Setelah SK nya dikeluarkan oleh kemenristekdikti, SK ini ada tembusannya ke Kemenag. Hal itu karena FISIP UIN SGD Bandung berada di bawah lingkungan Kemenag. Sehingga FISIP ini menginduk ke Kemenag dalam hal administrasinya, dan ke Kemenristekdikti dalam hal fungsionalnya,” tambahnya
Ia memaparkan mengenai prosedur pembentukan program studi baru. Menurutnya dalam pembentukan program studi baru itu berawal dari fakultas yang membentuk tim, dimana tim ini nantinya akan menyusun pembentukan program studi tersebut sesuai dengan tata aturan, persyaratan dan mekanisme yang berlaku. Setelah itu barulah diajukan ke Rektor, kemudian duji oleh pihak Senat Universitas. Setelah pengujian tersebut maka oleh Rektor diajukan ke Kemenristekdikti.
Mahasiswa Fisip UIN SGD Bandung, Muhammad Zaenal memberikan tanggapan mengenai dibukanya program studi Ilmu Politik. Menurutnya memang selayaknya program studi Ilmu Politik itu diadakan. Karena merupakan salahsatu program studi yang utama di FISIP selain Adminitrasi Publik dan Sosiologi. Ketiga program studi tersebut merupakan program studi utama FISIP di berbagai universitas.
“Kalau misalkan mau diadakan program studi baru, lihat ketersediaaan kelasnya , pengajarnya juga harus yang berkualitas karena kalau asal bikin program studi baru, tidak memiliki kualitas yang baik pengajarnya, nanti output-nya takut jelek juga. Saya turut mengapresiasi bahwa FISIP UIN SGD Bandung ini menambah program studi yang baru,” pungkasnya saat di temui di halaman gedung FISIP, Rabu (28/03/2018).
Reporter : S. Muhamad Ramdani/ Magang
Redaktur : Muhamad Emiriza