" > 2 mnt membaca"> Membaca Adalah Pondasi Pembangunan - Suaka Online
Lintas Kampus

Membaca Adalah Pondasi Pembangunan2 mnt membaca

Ketua Smart Reading Campaign, Neneng Aminah sedang menyampaikan materi mengenai keutamaan membaca dalam Ramadhan Bulan Baca Sedunia (RBBS) 2016 yang diadakan oleh Remaja Aktivis Masjid Pusdai (Rampai), di di Bale Asri Pusdai Jawa Barat, Jum'at (17/6/2016).

Ketua Smart Reading Campaign, Neneng Aminah sedang menyampaikan materi mengenai keutamaan membaca dalam Ramadhan Bulan Baca Sedunia (RBBS) 2016 yang diadakan oleh Remaja Aktivis Masjid Pusdai (Rampai), di di Bale Asri Pusdai Jawa Barat, Jum’at (17/6/2016). (SUAKA/Nunung Nurhayati S.)

SUAKAONLINE.COM, Bandung – Semua orang besar adalah kutu buku, karena membaca adalah pondasi pembangunan. Mulai dari pemimpin NAZI, Adolf Hitler, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Pencetus aliran komunisme, Karl Marx dan Presiden masa Reformasi Indonesia, B.J. Habibie. Akan sangat sulit menemukan orang besar yang lahir tanpa minat baca yang baik.

Hal tersebut diungkapkan oleh peraih Pustakawan Awards 2016 se-Asia Tenggara, Suherman dalam Ramadhan Bulan Baca Sedunia (RBBS) 2016 yang diadakan oleh Remaja Aktivis Masjid Pusdai (Rampai). Kegiatan bertajuk workshop ini mengangkat tema “Bacalah dan Tinta pun Bertasbih” dan berlangsung di Bale Asri Pusdai  Jawa Barat, Jum’at (17/6/2016).

“Sekolah tidak didampingi dengan minat baca maka yang dihasilkan adalah pengangguran, minat baca tidak didampingi dengan sekolah maka yang dihasilkan adalah orang sukses, tidak ada minat baca dan tidak sekolah akan menghasilkan stagnan, dan yang terahir minat baca yang didampingi dengan sekolah akan menghasilkan orang sukses plus plus. Begitulah saking pentingnya minat baca,” lanjut Suherman.

Selain Suherman, workshop juga menghadirkan Penanggung Jawab Smart Reading Campaign, Neneng Aminah. Dirinya mengungkapkan bahwa seluruh umat islam sedunia pasti membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan. “Maka pantaslah jika bulan Ramadhan dinobatkan sebagai bulan baca sedunia,” tuturnya.

Neneng melanjutkan, dalam surat Al-Alaq ayat satu sampai lima, yang ayat pertama artinya adalah “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan”, terbukti bahwa membaca adalah akhlaqul karimah, atau sifat terpuji sebagai wujud ketaatan kepada perintah oleh Allah.  “Sehingga saat kita tidak membaca kita  telah melakukan perbuatan yang bersifat tercela atau akhlaqul mazmumah karena tidak melaksanakan perintah Allah dalam Al-Quran untuk membaca,” ujar perempuan yang akrab disapa Enji tersebut.

Baca juga:  Dilema Peraturan Pemerintah Mengenai Hak Cipta Musik

Selanjutnya, sebagai Ketua Pelaksana RBBS 2016, Annisa Retno Arimdayu berharap, setelah mengikuti workshop menulis ini peserta dapat mengikuti workshop lanjutan dan semakin mantap dalam azzam mereka untuk menulis. Sehingga lahirlah penulis muda yang bukan hanya berbakat tetapi juga cerdas, beriman, penopang peradaban dunia dan penentang keburukan.

Workshop ini juga menghadirkan pemateri di bidang kepenulisan dan membaca seperti penulis aktif rubrik Sejarah majalah Madeena, Riki Rizky Setiadi Guna, dan ketua komunitas Nusantara Membaca, Nuriska. Workshop ini juga dimeriahkan oleh grup nasyid Nazwa dan Integral.

Reporter : Gisna Maulida Q. & Nunung Nurhayati S.

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas