" > 3 mnt membaca"> Menanti Penetapan Hasil Penyesuaian UKT 2020 - Suaka Online
Kampusiana

Menanti Penetapan Hasil Penyesuaian UKT 20203 mnt membaca

Ilustrasi: Syifa Nurul Aulia/Suaka

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung telah membuka kembali pendaftaran program penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT). Program ini hanya berlaku bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021. Dengan harapan, yang mendapati UKT kategori tinggi dapat menyesuaikan turun menjadi kategori rendah, melihat kondisi biodata penetapan UKT yang seringkali tidak sesuai dengan seharusnya.

Penyesuaian UKT ini dibuka sejak tanggal 12 hingga 25 Oktober 2020, melalui sistem online yang diakses pada laman https://penyesuaianukt.uinsgd.ac.id. Mahasiswa yang mengajukan penyesuaian diminta untuk mengisi beberapa persyaratan, yakni surat permohonan penyesuaian UKT, surat keabsahan data dan juga beberapa data pendukung seperti surat tagihan listrik, pajak bumi bangunan (PBB), slip gaji orang tua, dan foto keadaan rumah.

Kepala Bagian Keuangan, Aep Syaefudin Firdaus menjelaskan ada tiga alasan mahasiswa mengajukan permohonan penyesuaian UKT. Pertama, adanya kemungkinan salah pengisian biodata sebelum penetapan UKT. Kedua, bisa jadi adanya perubahan penghasilan orang tua misalnya diakibatkan meninggal. Ketiga, orang tua dan mahasiswa merasa keberatan dengan UKT yang telah ditetapkan.

“Penyesuaian UKT adalah forum untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mau melakukan usulan, jangan-jangan ada data yang salah diinput, atau penghasilan orang tua yang berubah misalnya karena meningggal,” jelasnya, Jumat (6/11/2020).

Dalam pelaksanaannya, bagian keuangan dibantu oleh tim verifikator dari setiap fakultas, diantaranya meliputi Wadek II, Kabag Tata Usaha (TU), dan tim pembantu yang terdiri dari 7-10 orang. Tugas tim verifikator fakultas sendiri yakni memeriksa keabsahan data mahasiswa yang telah diinput. Butuh waktu sekitar 13 hari bagi tim verifikator sebelum nantinya melalui tahap verifikasi universitas.

Aep menyebutkan program ini berbeda dengan program bidikmisi. Dirinya tak perlu melakukan visitasi ke lapangan, cukup hanya memeriksa data yang telah diberikan. “Mahasiswa daftar, nanti kita cek dan verifikasi tapi kita tidak melakukan visitasi. Yang melakukan verifikasi adalah tim verifikator di fakultas,” ucapnya.

Baca juga:  Hari Menanam Pohon Indonesia: Pohon dan Kita

Kemudian data yang telah diverifikasi akan menentukan mahasiswa yang lulus atau tidak dalam penyesuaian UKT. Ketentuan lulus ini dapat diartikan UKT mahasiswa pengaju yang telah ditetapkan turun menjadi kategori yang direkomendasikan oleh tim verifikator fakultas. Namun Aep menyebutkan penyesuaian UKT tidak hanya identik dengan penurunan, bisa saja tetap atau naik kategori. Tetapi hal tersebut jarang terjadi.

“Di penyesuaian UKT ini dari kategori tujuh (K7) nanti bisa menjadi K berapa, sesuai dengan data yang dimasukan, yaitu data baru. Kalau tidak ada data baru, maka tidak bisa melakukan penyesuaian. Karena ketika penyesuaian UKT ini berbasis data. Turunnya bisa saja tidak satu kategori, bisa saja dari K7 menjadi K2 atau bisa saja tetap karena tidak ada perubahan data,” lanjut Aep.

Ada sekitar 2151 mahasiswa yang mengikuti program penyesuaian UKT. Dari jumlah tersebut, hanya 1739 orang yang sudah meng-upload data dan melakukan verifikasi. Aep amat menyayangkan masih banyak mahasiswa yang abai. Padahal pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelumnya terkait penyesuaian UKT.

Salah satu mahasiswa yang mendaftar penyesuaian UKT, Lija Maolida, menyebutkan alasannya mengikuti program ini. Ia dan orang tuanya merasa keberatan terhadap UKT yang telah ditetapkan. Dirinya mendapatkan UKT kategori tiga sekitar Rp.2.465.000, padahal orang tuanya hanya bekerja sebagai pedagang dan petani yang penghasilannya tidak menentu.

“Begini ya, kan penghasilan orang tua saya sekitar satu juta kurang perbulan, dan pembayaran UKT saya persemester 2 juta setengah kurang sedikit. Orang tua saya sangat keberatan. Itu penghasilan orang tua saya segitu sebulan, kadang cukup kadang enggak. Perbulan juga kadang gak cukup gitu teh, malah situasi lagi pandemi usaha lagi gak stabil,” keluhnya pada Suaka.

Mahasiswa jurusan PGMI itu hanya bisa berusaha dengan mengikuti program yang diselenggarakan kampus yakni penyesuaian UKT. Dirinya mengaku telah mengikuti semua prosedur yang harus dijalani, mulai dari mengisi biodata, meng-upload file-file yang diperintahkan dan melakukan verifikasi. Lija hanya tinggal menunggu hasil keputusan yang diumumkan tanggal 20 November nanti.

Baca juga:  UIN Bandung Resmikan Gedung Unit Layanan Psikologi

“Kalau misalnya lolos sangat Alhamdulillah, akan sangat berharga dan sangat membantu meringankan orang tua. Kalau misalnya tidak lolos ya mungkin belum rezekinya, Insyaallah ada tes lain atau beasiswa untuk memperingankan biayanya.” Tutupnya.

Reporter: Fuad Mutashim dan Syifa Nurul Aulia

Redaktur: Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas