Mengenang Gagasan Albert Camus melalui “Festival 100 Tahun Albert Camus”

Date:

- Advertisement -

[Suakaonline.com]- Untuk mengenang hari kelahiran sastrawan dan filsuf asal Prancis Albert Camus, Institut Français Indonesia ( IFI ) mengadakan sebuah event dengan tajuk “Festival 100 Tahun Albert Camus. Acara tersebut diselenggarakan pada 7 hingga 28 November 2013 bertempat di Institut Francais Indonesia kota Bandung.

 

Adapun dalam acara Festival Seratus Tahun Albert Camus ini dirancang kegiatan kuliah umum yang akan terbagi dalam empat sesi utama, antara lain ‘Camus dan Kita’, ‘Camus dan Politik Kebebasan’, ‘Camus dan Hukuman Mati’, serta ‘Camus dan Sastra’. Selain itu akan diadakan juga dua sesi tambahan, yakni ‘Camus dan Budaya Pop’ serta ‘Camus dan Jurnalisme’.

 

Menurt panitia penyelenggara acara tersebut diselenggarakan untuk mencoba mengelaborasi gagasan-gagasan Camus dengan kehidupan di Indonesia. “Sikap politik Camus yang otentik patut kita angkat,” ujar Mirza Fahmi selaku Koordinator Publikasi melalui rilisnya yang diterima Suaka.

 

Selama 21 hari kedepan acara tersebut akan diisi oleh kegiatan diskusi, kuliah umum, pemutaran film, dan art performing.

 

Albert Camus (1913-1960)

 

Camus telah dianggap oleh masyarakat internasional sebagai salah satu pemikir influensial di abad 20. Karya-karya tulisnya, seperti esai, novel, hingga naskah teater telah memberikan kontribusi berharga pada konsep-konsep tentang eksistensialisme, absurditas dalam hidup, hingga nilai-nilai individual, dan pemberontakan

Kini, seratus tahun pasca kelahirannya di tanah Aljazair di Mondovi, pemikiran pemenang Nobel Sastra tahun 1957 ini masih relevan bagi kehidupan sosial di Indonesia. Indonesia masih terus bergulat dalam krisis kebebasan dan identitasnya, tepat lima belas tahun setelah terkungkung dalam apa yang digambarkan Camus dalam novel La Peste sebagai ‘wabah sampar’ bernama Orde Baru. 

Krisis kebebasan dan identitas tersebut seolah menyimpan kembali benih-benih kembalinya sang wabah untuk bangkit apabila para masyarakatnya tidak juga menyadari esensi kemerdekaan individunya serta rasa kecintaan antar-sesamanya.

 

Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...