" > 3 mnt membaca"> Mengenang Wafatnya Gusdur, Gusdurian Gelar Dialog Terbuka Lintas Iman - Suaka Online
Lintas Kampus

Mengenang Wafatnya Gusdur, Gusdurian Gelar Dialog Terbuka Lintas Iman3 mnt membaca

Ketua Konghucu Bandung, Din Bijaksana (Tengah) memaparkan materi dalam dialog terbuka lintas iman yang diselenggarakan oleh forum komunitas Gusdurian Bandung di Aula pondok pesantren At – tamur, Cibiru pada Sabtu (29-12-2018). Tujuan dari acara ini untuk mengenang wafatnya Gusdur serta lebih meningkatkan nilai toleransi antar umat beragama. (Andis Andriawan/ SUAKA).

 

SUAKAONLINE.COM – Dalam rangka mengenang wafat Gusdur yang kesembilan tahun, Forum Komunitas Gusdurian Bandung menggelar dialog terbuka kebangsaan lintas iman dengan tema “Yang Lebih Penting Dari Politik Adalah Kemanusiaan”. Acara tersebut dilaksanakan di Aula pondok pesantren At – tamur, Cibiru pada Sabtu (29-12-2018).

Dialog tersebut menghadirkan Ketua PKC PMII Jawa Barat, Fachrul Rizal; ketua Konghucu Bandung, Din Bijaksana; Sekjen Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) Kota Bandung, R. Yusep Halandi; tokoh Gusdurian Bandung, Trio Hamdani serta pendiri pondok pesantren At – tamur, K.H. Syamsudin.

Menurut Ketua PKC PMII Jawa Barat, Fachrul Rizal, banyak sekali hal yang dapat ditiru dalam perjalanan hidup seorang Gusdur. Mulai dari semangat belajar yang kuat hingga sikap toleransi yang dilakukan Gusdur terhadap Agama yang minoritas. Menurutnya, inti dari semua ajaran agama di dunia ini sama yaitu mengajarkan kebaikan dan seharusnya kaum yang kuat dapat melindungi yang lemah sehingga tidak terjadi perpecahan.

Ia mengungkapkan saat Gusdur menerima muktamar NU di Situbondo, Gusdur mengatakan, dirinya tidak menerima adanya negara pesantren, namun lebih dari itu. Gusdur menginginkan Negara bersama.

“Saat ini saya mengkhawatirkan isu SARA akan mengikis tali persaudaraan antar sesama. Isu – isu yang sangat mendasar seperti isu sara dapat mengikis sikap toleransi serta simpul – simpul kebersamaan,.” ujarnya.

Baca juga:  Inkonsistensi Kemenag dan Kampus: Tuntutan Keras Dibalas Harapan Palsu

Fachrul Rizal, melanjutkan, banyak dari kaum minoritas di Indonesia khawatir akan masa depan bangsa ini, terlebih pada saat ini sedang dalam masa politik. Mereka takut jika nantinya bangsa ini akan terbelah dan senasib dengan Negara Arab disana yang hampir tiap waktu terjadi peperangan.

Menurut Sekjen Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) Kota Bandung, R. Yusep Halandi, pada saat ini perpecahan rentan sekali terjadi mengingat saat ini sedang hangat – hangatnya masa kampanye politik. Serta tak jarang terdapat beberapa oknum berkampanye mengatas namakan Agama, bahkan lebih dari itu terdapat beberapa orang sengaja menggunakan tempat ibadah sebagai media untuk berkampanye dengan menyelipkan nilai politik dalam dakwahnya yang dapat memicu permasalahan.

Menanggapi hal tersebut, menurut Trio Hamdani peran pemuda serta Gusdurian sendiri saat ini sangat penting untuk menangkal permasalahan tersebut agar kecil kemungkinan kecurangan terjadi dan agar dapat mencerdaskan masyarakat dalam pemilu nanti serta seharusnya politik tersebut dijadikan alat untuk memanusiakan kata – kata.

Ketua Konghucu Bandung, Din Bijaksana mengatakan seharusnya masyarakat saat ini harus belajar kembali seperti saat kepemimpinan Gusdur agar lebih menghargai dan menjunjung nilai perbedaan. “Sebagai contoh, sebelum kepemimpinan Gusdur, saat itu Konghucu tidak diakui keberadaannya namun setelah berada dibawah kepemimpinanya kini Konghucu lebih diakui dan maka tidak salah jika Gusdur melekat pada hati semua umat.” kata Din.

Acara dialog terbuka sendiri diakhiri dengan deklarasi perdamaian antar tokoh – tokoh agama agar kedepannya permasalahan perbedaan keyakinan tidak muncul kembali. Menurut ketua pelaksana, Zaenal Abidin mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memperdamaikan umat seperti yang diajarkan Gusdur untuk menjunjung tinggi sikap toleran bahwa semua agama itu sama.

Baca juga:  72% Mahasiswa Tidak Tahu Ketua Sema-U

 

Reporter : Andis Andriawan

Redaktur: Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Suaka Online │ LPM SUAKA UIN SGD Bandung

Ke Atas