" > 5 mnt membaca"> Nasib Relokasi Sementara Sekretariat Ormawa - Suaka Online
Terkini

Nasib Relokasi Sementara Sekretariat Ormawa5 mnt membaca

[Suakaonline]-Kepala Bagian Umum Al-Jami’ah, Jaenuddin memastikan relokasi sementara sekretariat organisasi mahasiswa (Ormawa) yang bertempat di Gedung Student Center akan dilaksanakan paling lambat 15 November 2011. Hal tersebut berkenaan dengan surat edaran Kementerian Agama UIN SGD Bandung Nomor Un.05/II.4/HM.00/494/2011 tentang Undangan Sosialisasi Pembongkaran Gedung Student Center dan Nomor Un.05/II.4/KS.00/409/2011 tentang Pemberitahuan Rencana Pelaksanaan Pembongkaran antara lain Gedung BRI, Kantor Pos, Pos Satpam, dan Student Center dengan tenggat pelaksanaan 15 November 2011.

Sesuai surat edaran tersebut, maka seluruh seluruh gedung tersebut harus dikosongkan selambat-lambatnya 10 November 2011.“Saya pastikan, pokoknya sebelum dibongkar sebelum tanggal 15 itu sudah kosong, kawan-kawan sudah bisa pindah semua dan saya optimis tempat baru sudah bisa ditempati,” ungkapnya saat ditemui SUAKA di kantornya, Selasa (08/11).

Ia menuturkan relokasi gedung sementara sekretariat sepenuhnya ia serahkan kepada Bagian Kemahasiswaan. “Perincian tempat sesuai dengan kebijakan Kabag. Kemahasiswaan. Kalau saya ngatur langsung agak sulit,” tambahnya.

Jaenuddin menjelaskan, sesuai surat edaran Kementerian Agama UIN SGD Bandung, pengosongan Gedung Student Center beserta gedung lainnya paling lambat tanggal 9 November 2011. Namun karena pelaksanaan Lelang Pembongkaran yang harusnya tanggal 2 November mundur dari waktu yang sudah ditentukan hingga 9 November 2011 pukul 15.00 WIB di Gedung Al-Jami’ah. Maka agenda pengosongan pun mundur hingga tanggal 15 November 2011.

“Tanggal 9 itu lelangnya, tadinya itu tanggal 2, jadi tanggal 9 harusnya sudah kosong. Tapi sekarang pelaksanaan lelangnya besok jam 3. Jadi tenggang waktunya karena dari pihak pemenang lelang juga harus menyimpan uang jaminan pelaksanaan itu harus ada paling lambat dalam waktu 3 hari. Yang lelangkannya Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Kita hanya menyampaikan paket yang dilelangkan dan jangka waktu pembongkaran. Kalau masih ada barang UKM di sekre, itu harus koordinasi dulu,” tuturnya.

Khobir, Staff Bagian Kemahasiswaan menegaskan 3 tempat relokasi sementara sekretariat. Antara lain Asrama Dua Saudara Cipadung, Rumah di Komplek Pertamina dan Rumah di Komplek Permai Cipadung.

“Ya, saya kan cuma mediator. Yang penting, yang ada di Student Center diutamakan. Sebetulnya sudah deal, sudah ngasih NPWP dan KTP. Di dua saudara ada 26 kamar, satu rumah di Pertamina untuk PSM, Teater awal, Menwa dan Permai Cipadung,” kata Khobir.

Ucu, Staff Bagian Umum juga membenarkan pernyataan tersebut. “Tempat pertama di dua saudara dengan 26 ruangan, rumah di pertamina, di permai dengan 20 kamar, dan di permai itu ada ruangan agak gede. Di permai itu untuk Senat Mahasiswa dan Organisasi lainnya selain UKM/UKK,” ungkapnya. Enceng, Kepala Bagian Kemahasiswaan menjelaskan penempatan sekretariat disesuaikan pada bidang dan visi UKM yang digeluti. “Itu untuk bagusnya teater awal sama psm terpisah dari UKM lain, karena bisa sangat mengganggu gumbrang-gembrengnya itu, sekarang itu lagi mengarah kesana,” ungkapnya.

Meski demikian, Deti Sopandi, Ketua Umum Woman Student Center (WSC) menilai bahwa relokasi sementara ini masih simpang siur. Ia berpendapat seharusnya ada sosialisasi dan tindak lanjut setelah audiensi bersama jajaran Rektorat dan Kontraktor Pembangunan Rabu (02/11) lalu itu.

Karena setelah audiensi tersebut, tindak lanjut yang dilakukan hanya selembar surat pengosongan tempat dan tenggat waktunya. Dan sampai saat ini, ia beserta UKM lainnya belum mendapatkan informasi pasti tentang gedung relokasi sementara. “Sosialisasi tidak ada kejelasan, misalnya surat kapan tepatnya karena setelah acara rapat bareng rektorat tidak follow up lagi. Misalnya perincian ruangan harusnya sudah turun, ini belum jelas sampai sekarang,” ungkapnya.

Salim Rosyadi, Ketua Umum Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) mengeluhkan tempat relokasi sementara seperti yang sempat digambarkan dari rektorat pada saat rapat audiensi dan sosialisasi berukuran 3×4 meter per-kamar itu. “Pihak rektorat tidak ada kejelasan yang rinci, kemudian alokasi perpindahan juga itu tidak akan mejadi kondusif bagi UKM dikarenakan tempat yang berukuran kecil dan tidak bisa melakukan aktifitas atau kegiatan sepenuhnya bagi UKM,” tuturnya.

Ia hanya berharap, kegiatan UKM dapat optimal seiring dengan tidak adanya jam malam pada tempat relokasi sementara tersebut. “LPIK menjadikan malam itu tradisi bagi kegiatan lpik, dikarenakan suasana yang lebih kondusif. Karena kalau siang itu terbentur dengan kuliah dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Jamaluddin, Ketua Umum Teater Awal, menanggapi relokasi ini dengan sikap positif. Pasalnya, relokasi ini tidak seperti informasi relokasi simpang siur pada bulan-bulan lalu masa pembangunan kampus. “Ya, perpindahan kan terjadi untuk kepentingan pembangunan. Perpindahan untuk sekarang saya rasa positif. Soalnya sudah pasti, tidak simpang siur seperti kemarin-kemarin,” ungkapnya.

Ia hanya berharap, ketika kembali menempati Gedung Student Center baru di Kampus UIN SGD Bandung tidak diberlakukan kebijakan yang merugikan dan menghambat aktifitas keorganisasian. “Yang saya takutkan, nasib UKM hampir sama dengan nasib UKM di UPI dan universitas lain seperti jam malam. Atau Peraturan lain yang menghambat program kerja UKM lain,” kata Jamaluddin.

Sementara itu, Jaenuddin menjelaskan kembali, ia dan jajarannya sudah memfasilitasi sebuah tempat agar kegiatan Organisasi Mahasiswa terus berjalan dengan menyewa Gor Bulu Tangkis di samping Kantor Desa, Cipadung. Ia juga meminta partisipasi aktif kepada pengurus UKM/UKK untuk mengoptimalkan kegiatan Organisasi dan mencari solusi.

“Untuk tempat latihan biasa, UKM dan HMJ kita sewa di Gor Cipadung. Harganya sudah sepakat. Saya sedang mempercepat proses. Kalau misalnya kesulitan tempat latihan, cari solusi bareng-bareng, kita yang nyewa. Dan selama ini UKM yang membutuhkan tempat latihan sepak bola sudah kita siapkan, voli sudah, basket sudah, bulu tangkis belum datang kesini. Itu untuk yang jenis bidang olahraga,” jelasnya.

Untuk penempatan secara rinci, Jaenuddin mempertegas menyerahkannya pada Bag. Kemahasiswaan. Ia khawatir juga dengan pembagian ruangan yang dapat memicu konflik antar Organisasi Mahasiswa. “Untuk penempatan agak riskan juga, saya serahkan ke bag kemahasiswaaan. Ditempel pengumuman perincian ruangan dalam gedung itu, khawatir berebut,” tegasnya.

Menurutnya pula, relokasi sementara ini direncanakan sampai Desember 2012 tahun depan. “Jangka pembangunan satu tahun, sampai Desember 2012. Kalau melihat jadwal yang kemarin itu Bulan Agustus sudah selesai. Jadi bukan Desember 2011, Desember tahun depan. Kalau deadline yang IDB, itu dijadwalnya juga sampai Desember 2011,” pungkas Jaenuddin. Fajar Fauzan/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas