Tulang memang keras
Tapi kan patah bila dihantam beton kemegahan
Tak peduli sakitnya hantaman
Mereka selalu menganggap tulang lebih kuat dari beton
Beton itu memang bukan mereka
usaha ini juga bukan untuk mereka
Tapi tulang ini akan selalu terhantam
Hingga waktu menyuruh mereka istirahat
Mereka takan menangis bila tak tercukupi
Tetapi pohon yang rela mati demi menjadi pupuk bagi tunasnya
Mereka berusaha kuat setegar karang
Tapi tulang tetaplah tulang
Tak pernah evolusi jadi karang
Mereka mengorbankan bahagianya demi dicinta
Tak peduli langkah dijalani
Walau keringat asam bercampur nafas tersenggal
Di batinnya tergambar cahaya terang
Sebuah usaha yang meneteskan suatu harapan
Yang mereka yakini di masa depan
Akan membuat mereka bangga dan tersenyum
Hingga ikhlas dalam setiap daya yang tergurat
Mereka adalah ayah dan ibuku
Yang selalu berkarya tanpa waktu
Demi ku yang terpaku dengan nasib
Aku malu, apa yang bisa ku lakukan saat ini?
____
Dodi Ridwan, mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung

