" > 3 mnt membaca"> Pesan Anti Narkoba dalam Film Toba Dreams - Suaka Online
Lintas Kampus

Pesan Anti Narkoba dalam Film Toba Dreams3 mnt membaca

Cuplikan film Toba Dreams "Sebuah Janji Cinta". (Dok. Net).

Cuplikan film Toba Dreams “Sebuah Janji Cinta”. (Dok. Net).

SUAKAONLINE.COM, Bandung– Film Toba Dreams ‘Sebuah Janji Cinta’ sarat akan pesan moral bagi generasi muda supaya tidak mendekati narkoba. Melalui film ini pula para penonton diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat untuk menjauhi barang haram tersebut.

Hal itu diutarakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai menghadiri screening Film Toba Dreams ‘Sebuah Janji Cinta’ di Bioskop 21 Braga City Walk, Bandung, Senin (27/4/2015) malam. “Tidak ada yang indah dengan narkoba,” ujar pria yang telah malang-melintang di industri perfilman Indonesia itu.

Film besutan sutradara Benni Setiawan yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa karangan T.B. Silalahi ini dibintangi oleh beberapa artis dan aktor senior seperti Mathias Muchus dan Jajang C. Noer. Beberapa aktris muda seperti Vino G. Bastian, Marsha Timothy dan Ramon T. Yungka turut membintangi film yang mengangkat kearifan lokal budaya Batak itu.

Screening film juga dihadiri oleh beberapa pemain seperti Jajang C. Noer, Ramon Y. Tungka, Produser Rizaludin Kurniawan dan Sutradara. T.B. Silalahi pun ikut meramaikan screening malam itu. Rencananya, film tersebut akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 April.

Film ini menceritakan sosok Ronggur Maruhum yang diperankan oleh Vino G. Bastian, seorang pengangguran yang harus pulang kampung ke tanah kelahirannya di perkampungan di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Ia harus mengikuti jejak ayahnya Sersan Tebe Silalahi yang diperankan oleh Mathias Muchus, seorang tentara angkatan darat yang berdinas di Jakarta yang baru saja pensiun.

Ronggur tidak betah di tanah leluhurnya tersebut karena ada janji yang harus ditepatinya; kembali ke Jakarta untuk menemui kekasihnya, Andini yang diperankan oleh Marsha Timothy. Selain itu, Jakarta menurutnya bisa mewujudkan mimpinya menjadi orang kaya.

Gara-gara Narkoba

Sesampainya di Jakarta, Ronggur mendapati kenyataan Andini akan segera dinikahi oleh teman sekampusnya. Orangtua Andini tidak merestui hubungan anaknya dengan Ronggur karena alasan status sosial. Oleh karena itu, Ronggur menempuh berbagai cara hingga ia terjerumus ke lembah hitam; ikut bergabung dengan jaringan mafia narkoba.

Jodoh memang tidak akan kemana. Akhirnya Ronggur bisa mendapatkan Andini untuk dijadikan pasangan hidupnya, walaupun hal itu didapatkannya dengan cara yang sedikit licik; membohongi orangtua Andini jika Andini telah mengandung anaknya.

Bergabung dengan mafia narkoba membuat kehidupan Ronggur berbalik 180 derajat. Ia mendapati semua yang dicita-citakannya sejak kecil, menjadi orang kaya. Ia bergelimang harta. Rumah megah, mobil mewah dan bisa memberikan berbagai macam kemudahan dan kenyamanan hidup bagi keluarganya yang tinggal di tanah Batak.

Bosnya di mafia tersebut memerintahkan Ronggur untuk membunuh seorang jaksa. Sang bos merasa jaksa tersebut menjadi duri dalam menjalankan bisnis haramnya itu. Ronggur enggan memenuhi perintah itu. Akhirnya ia terlibat perselisihan dengan ketiga koleganya di mafia narkoba. Lalu ia menembak mati dua dari tiga temannya tersebut. Koleganya yang lainnya ternyata masih hidup. Ronggur menjadi buronan polisi. Ia kembali ke sekitaran Danau Toba untuk bersembunyi, sekaligus menemui isteri dan anaknya yang telah lebih dulu berkumpul dengan mertuanya.

Di akhir cerita, Ronggur harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai gembong narkoba yang diburu pihak kepolisian. Atas nasihat Tebe, akhirnya Ronggur menyerahkan diri dari tempat persembunyiannya di sebuah gubuk di atas permukaan air Datau Toba. Namun nahas, sesaat sebelum ditangkap, Ronggur ditembak mati oleh koleganya dalam jaringan mafia narkoba yang masih hidup.

“Itulah narkoba. Memang memberi kesenangan, tapi hanya sesaat,” kata Deddy Mizwar berpesan dihadapan para penonton yang memenuhi bioskop.

Reporter : Muhamad Faisal Al’ansori

Redaktur : Robby Darmawan

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas