" > 1 mnt membaca"> PSB, Komunitas Sepeda Segudang Kegiatan - Suaka Online
Lintas Kampus

PSB, Komunitas Sepeda Segudang Kegiatan1 mnt membaca

Komunitas Paguyuban Sepeda Bahela (PSB), merupakan komunitas sepeda onthel yang sejak sepuluh tahun lalu berdiri, dan kerap melakukan kegiatan sosial, Jumat (13/3/2015). (Rizal Fadillah/ Magang)

Komunitas Paguyuban Sepeda Bahela (PSB), merupakan komunitas sepeda onthel yang sejak sepuluh tahun lalu berdiri, dan kerap melakukan kegiatan sosial, Jumat (13/3/2015). (Rizal Fadillah/ Magang)

SUAKAONLINE.COM,Bandung— Sejak 10 tahun lalu, komunitas Paguyuban Sapedah Baheula (PSB) masih eksis hingga sekarang. Terhitung dari 31 Januari 2005, PSB kini memiliki 943 anggota. Meskipun komunitas Sepeda, PSB kerap melakukan berbagai kegiatan, khususnya sosial.

“Kami di sini karena hobi, banyak kegiatan yang kami lakukan dari sasapedahan, donor darah sampai mengikuti event di luar negeri. Indonesia sendiri sudah diakui oleh dunia mengenai sepeda onthel. Bahkan di Asia sendiri sepeda onthel Indonesia menduduki peringkat pertama,” ujar Ketua PSB Aboy, Jumat (13/3/2015).

Tidak hanya melakukan konvoi di jalanan, komunitas ini berkeinginan melestarikan seni tradisi dan budaya, serta peduli akan lingkungan. PSB juga sering melakukan kegiatan sosial, misalnya, membersihkan jalan, menanam pohon dan mencabut paku-paku yang ada di pohon.

Aboy menambahkan bahwa PSB sering diundang dalam berbagai perayaan di Kota Bandung bahkan dunia. “Terakhir kita Belgia dan Ceko. Dalam waktu dekat ini kita akan kembali ke Ceko menerima undangan selain itu ulang tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan dilaksanakan bulan April nanti,” katanya.

Salah satu anggota PSB, Asep mengatakan dirinya sudah hampir empat tahun bergabung dengan PSB. Banyak pengalaman yang ia dapat setelah bergabung dengan PSB. Selain itu ia bisa menambah teman yang memiliki hobi sama di bidang sepeda onthel.

“Saya senang bisa bergabung dengan komunitas ini, banyak hal yang saya dapatkan dari teman-teman. Kami di sini sudah seperti keluarga karena setiap ngumpul atau jalan-jalan kita selalu berbarengan dengan satu tujuan ingin melestarikan kebudayaan ini,” ungkapnya.

Reporter         :Rizal Fadillah/ Magang

Redaktur        : Isthiqonita

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas