Sosok Biru Yatim VS Imitasi Kuburan

Date:

- Advertisement -

setiap jejak mengikuti langkah yang terpinjam bersama kepulangannya

tanah pun menyaksi

kemenangan yang berturut diantara raut yang tersimpul

di kedalamannya tetap menipu walau biru mungkin atau putih sekalipun

yang terlihat pucat tak kuat menyelamatkan senyum yang terkubur

***

cerita tengah berlenggang menikung dikedua belah batu nisan

sebelum tubuh menukar renta

hingga saat usai memisah riwayatnya

semua akan membuang dan mengasingkan

di garis melintang kaku

yang siap melerai dan mengembalikan

jika berdiri tak sewajar mereka

***

duduk sajalah setinggi kursi itu, tuntunlah suara itu untuk

menjelmakan keinginannya hingga tak ada yang tertinggal

dan terkaburkan oleh jerit yang hanya menggaung

menidurkan arah hingga terbalik

***

hingga senja tak akan lagi mengukir hujan tak meminjam basah tak akan

meminjam dingin tak akan meminjam badai atau laut: sekalipun

embun, awan tak akan mengisahkan kepedihan lagi

akhiri saja, karena semua begitu melarutkan

***

Yuga Anugrah, mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris

Previous article
Next article

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...