Aku Yang Bisu

Date:

- Advertisement -
Ilustrasi: Sofa Nur Alfiah/Suaka

*Oleh: Qarin Qurnaeni

Katanya, aku napas bumi
Katanya, aku layaknya urat nadi
Tapi rasanya makin hangus di sini 
Entah apa yang para insan ini cari?

Batang dijilati pijar
Arang menutupi akar
Dan puspa berhenti mekar
Sialnya, para insan bilang ini wajar

Cakrawala sudah kelabu
Surga kecil telah berubah menjadi abu
Aku masih membisu sementara para insan mulai bertanya-tanya “Mengapa para anak rimba masuk ke rumahku?”
Bodoh, bukankah itu tindak tandukmu?

Tidak sedikit insan berkalang tanah
Sebagian yang lain memekik marah
Tanah tempat berpijak mulai kehilangan ramah
Katanya “Mungkin Tuhan sedang marah”

Ketika kepulan hitam mulai berpetualang, para insan panik
Ketika tirta mulai surut, para insan tercekik 
Kemudian saat rinai terdengar, mereka bilang “Ini rezeki orang baik”
Masihkah disebut baik jika membiarkan aku tercabik?

Kebinasaanku diganti dengan pundi-pundi 
Tak pernah habis apa yang mereka cari
Kapan mereka berhenti?
Aku telah mati

Jika barang sebentar mereka mau mendengarkan 
Aku hanya ingin memberi kehidupan 
Jika besok lusa aku tetap dibinasakan 
Biar kesumatku dibalaskan oleh Tuhan

*Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Sejarah Peradaban Islam angkatan 2024 sekaligus Anggota Multimedia LPM Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...

Sujud yang Tertinggal

Sujudku masih tergesasalatku terbuang di ujung waktuazan berkali lewat...