(Suakaonline)- Gelar Pahlawan tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang berjuang dalam medan pertempuran saja. Akan tetapi gelar pahlawan pun laik diberikan kepada orang-orang yang telah berjasa dalam mengamankan dokumen-dokumen penting negara dari para penjajah, seperti yang telah dilakukan oleh Arie Frederik Lasut dan Soenoe Soemosoesastro. Mereka berdua adalah salah satu orang-orang yang paling berjasa dalam menyelamatkan dokumen geologi dan tambang Indonesia pascakemerdekaan.
Itulah kesimpulan dari acara nonton bareng dan diskusi film Sang Perintis: Dua Pahlawan Geologi Indonesia yang digelar di Ruang Pamer Tetap Museum Asia Afrika, Bandung (10/11). Danny Z. Herman seorang geolog dari Museum Geologi Bandung pada sesi diskusi mengatakan, Lasut dan Soenoe adalah orang-orang yang disiplin dalam mendokumentasikan data-data tambang nasional.
“Di awal masa kemerdekaan, betapa pentingnya dokumen-dokumen itu bagi institusi pertambangan nasional kita dan pada saat itu pula Belanda sangat ngotot untuk merebut data-data pertambangan kita untuk kepentingan mereka. Akan tetapi Lasut dan Soenoe pada saat itu turut menyelamatkan dokumen tersebut dengan cara membawa berpindah-pindah tempat dari Bandung, ke Tasikmalaya, ke Magelang, Yogyakarta hingga kembali lagi ke Bandung,” ujar Danny di acara peringatan hari pahlawan nasional atas prakarsa Museum Asia Afrika dan Museum Geologi.
Danny pun mengatakan Lasut dan Soenoe adalah orang-orang yang disiplin dalam mendokumentasikan data-data tambang. Dan juga yang patut diteladani dari mereka adalah kegigihan, kejujuran dan kesederhanaannya. Sayangnya nyawa Lasut harus gugur ditangan Belanda setelah dalam usahanya menyelamatkan dokumen-dokumen geologi.

