" > 1 mnt membaca"> Ali Ramdani Mengelak Ada Praktik Nepotisme - Suaka Online
Kampusiana

Ali Ramdani Mengelak Ada Praktik Nepotisme1 mnt membaca

[Suakaonline]-Saat ditanya mengenai praktik nepotisme atau faktor kedekatan dalam distribusi beasiswa, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan ini mengelak akan hal tersebut. Ia mengatakan selama ini mekanisme distribusi beasiswa telah dilakukan dengan mekanisme yang baik.

 

“Jadi mereka dekat itu karena persoalan kegiatan kemahasiswaan. Dan sampai saat ini saya selalu percaya bahwa persoalan mekanisme itu semuanya dijalankan dengan baik karena tidak ada temuan-temuan yang berarti dalam konteks persyaratan,” ucapnya.

 

Sementara itu di kalangan mahasiswa sendiri unsur kedekatan dalam distribusi beasiswa masih sangat terasa. Seperti halnya yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Jurnalistik yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan bahwa kedekatan dengan pejabat kampus merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan beasiswa.

 

“Waktu itu aku dapet selembaran (formulir) gitu, dapetnya emang dari saudara aku. Terus ya emang kayak gitu, faktor kedekatan pengaruh banget,” jelas mahasiswi asal kota Bandung tersebut.

 

Namun, Wakil Rektor bidang kemahsiswaan ini tetap mengelak. Ia menekankan bahwasannya pihaknya telah mempercayai seluruhnya kepada pihak fakultas.

 

“Mitra kerja saya di setiap fakultas (Pembantu Dekan 3) itu, saya selalu percaya bahwa mereka melakukan (kerja) secara baik dengan mekanisme-mekanisme yang baik. Itu saja,” lanjutnya.

 

Ia pun menghimbau jika menemukan oknum-oknum yang mengutip dana beasiswa agar melapor kepada dirinya. “Tolong laporkan karena ini tanggung jawab saya, kemudian saya minta laporannya, dan akan menindaklanjuti oknum tersebut,” pungkasnya.

 

Jalur pendistribusian beasiswa DIPA itu sendiri dilakukan melalui beberapa mekanisme penyaluran. Diantaranya melalui setiap fakultas lalu disebarkan ke jurusan masing-masing.

 

Adapula yang melalui pihak rektorat. Jalur ini didistribusikan kepada UKM/UKK, mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang berdomisili di kawasan Cipadung dengan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa.

 

Jumlah persentasi paling banyak dialokasikan untuk mahasiswa yang tidak mampu, sebanyak 75%. Dan sisanya dialokasikan untuk mahasiswa berprestasi sebanyak 25 %.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas