Lingkungan dan Kesehatan

Diskusi Bumi Lestari: Melestarikan Sungai dan Air Bersih

Klishjart Tharissa memaparkan materi mengenai pencemaran sungai dalam acara Diskusi Alam Lestari yang diselenggarakan oleh Green Generation Jawa Barat, melalui google meet Minggu (10/4/2022). ( foto: Anis Marselina/Magang)


SUAKAONLINE.COM – Green Generation Jawa Barat menggelar Diskusi Alam Lestari (DISTARI) terkait permasalahan sungai dan pencemaran air via Google Meet pada Minggu (10/4/22). Acara ini mendatangkan Klisjart Tharissa sebagai narasumber mumpuni yang merupakan anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat.

DISTARI merupakan salah satu program dari Bumi Lestari Project yang diadakan oleh Green Generation Jawa Barat. Diskusi ini bertujuan untuk melatih kepekaan terhadap isu – isu lingkungan sebagaimana tujuan dari kegiatan volunter Bumi Lestari Project itu sendiri. Diskusi ini dihadiri oleh peserta volunter Bumi Lestari Project serta pengurus Green Generation.

Acara ini dimulai dengan pemaparan Klisjart mengenai kondisi sungai dan air di negara ini. Ia menjelaskan seberapa penting sungai, seberapa krusialnya untuk dipikirkan khususnya mengenai sungai Citarum. “Sungai Citarum memiliki luas 32 persen dari luas pulau Jawa. Sungai yang besar ini tentu memiliki banyak sekali masalah krusial. Terutama sampah yang dihasilkan warga yang tinggal di sepanjang DAS Citarum yaitu 15.838 ton sampah per hari, 25 persennya tidak terkelola dengan baik hingga dibuang ke sungai,” paparnya.

Selain pemaparan materi, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Meski terpaku pada sungai Citarum, banyak peserta yang berasal dari luar pulau Jawa juga turut aktif berdiskusi. Diskusi berjalan dengan baik dan kondusif karena banyak peserta yang ikut berkontribusi meramaikan jalannya diskusi.

Salah satu peserta diskusi, Najma Haibah Firjatulah mengemukakan ketertarikannya mengikuti acara diskusi ini. Ia juga menyampaikan bahwa Green Generation Jawa Barat telah berhasil menyelenggarakan diskusi terkait lingkungan ini. “Dengan mengikuti webinar ini bisa menemukan cara mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di sekitar. Sayang aja kalo dilewatkan, “ tutur Najma saat diwawancarai via Whatsapp.

Acara ini ditutup dengan harapan Klisjart  bahwa setelah diskusi berlangsung, sebagai manusia menjadi lebih peka terhadap lingkungan. Dan melihat seberapa penting masalah ini untuk dipikirkan, serta menyadari begitu banyak manfaat air bagi kehidupan manusia.

“Segala hal yang kita lakukan menggunakan air. Maka dari itu sangat penting bagi kita melestarikan air bersih. Dan jangan sampai air bersih ini terputus hanya sampai generasi kita saja. Kita ini hidup di bumi yang sama. Lambat laun kita akan merasakan efek yang kita lakukan selama ini. Jangan lelah untuk belajar, berjuang dan saling mengingatkan,” pungkas Klishjart.

Reporter : Anis Marselina dan Jechan Shofwatul Maula/Magang 

Redaktur : Fitri Nur Hidayah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas