" > 1 mnt membaca"> Ini Alasan UN Harus Dihapuskan - Suaka Online
Lintas Kampus

Ini Alasan UN Harus Dihapuskan1 mnt membaca

 

[Suakaonline]- Menentukan tingkat kecerdasan siswa secara umum dapat dibagi menjadi dua, yakni kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Ujian Nasional (UN) seharusnya dapat menjadikan siswa  mempunyai dua kecerdasan tersebut. Tapi, pada hasilnya UN hanya mencerdaskan siswa secara intelektual saja.


Seperti yang diungkap Supiana selaku Pembantu Dekan (PD) 1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, ia menjelaskan bahwa keberadaan Ujian Nasional sebagai penentu lulus atau tidaknya siswa hanya mampu mencerdaskan siswa secara intelektual saja.


Padahal, kata supiana penentu keceradasan seseorang lebih ditentukan dengan kecerdasan emosional.


Keberadaan UN sendiri pada praktiknya hanya mendorong agar siswa dididik untuk mempunyai mental curang.


Karena UN didorong sebagai penentu lulus atau tidaknya, maka dalam praktiknya banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi seperi bocoran kunci jawaban,kata Supiana saat ditemui di Kantornya Senin (22/04).


Disinggung soal penghapusan UN, Supiana mengaku setuju. Karena UN sekarang masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang pada prinsipnya satuan pendidikanlah yang harusnya menentukan siwa lulus atau tidaknya. Bukan dari satu lembaga yang tepusat.


Tapi kalau untuk pemetaan kata Supiana maka harus dilakukan. Dengan catatan ada tindak lanjut nantinya. Apakah melengakapi sarana dan prasarana atau meningkatkan metode pembelajaran.


“Itu kalau UN mau tetap diterapkan,” tutur Supiana.


Keberadaan UN sendiri, tambah Supiana tidak seimbang dengan pendidikan yang dijalani siswa, contohnya siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang sudah menempuh proses pendidikan selama tiga tahun harus ditentukan dengan hanya beberapa mata pelajaran dan beberapa hari saja.


Supriana menyarankan apabila UN akan tetap berlangsung tiap tahun maka perlu adanya perubahan sistem yang selama ini diterapkan.


Kalau UN dilanjutkan bukan dijadikan alat untuk sayarat lulus atau tidaknya.  Kemudian berikan kepercayaan kepada sekolah sendiri untuk mengevaluasi, “ pungkasnya.



 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas